Begini Cara Kerja Verifikasi Tanda Tangan Elektronik di Dokumen PDF!

(Image by katemangostar on Magnific)

Menerima dokumen PDF dengan tanda tangan elektronik saja tidak cukup untuk memastikan keasliannya. Di balik tampilan visual yang terlihat meyakinkan, ada serangkaian proses teknis yang menentukan apakah tanda tangan tersebut benar-benar sah atau justru palsu. Sistem verifikasi tanda tangan elektronik yang lebih menyeluruh kini memanfaatkan teknologi kriptografi canggih agar hasil pengecekan menjadi semakin akurat dan tidak mudah dikelabui.

Cara Kerja Verifikasi Tanda Tangan Elektronik

Berikut lima tahapan utama yang terjadi di balik layar saat sistem memverifikasi tanda tangan elektronik pada dokumen PDF Anda.

1. Pengecekan algoritma hash

Setiap dokumen memiliki nilai hash unik yang dihasilkan dari isi file-nya menggunakan algoritma kriptografi tertentu. Nilai ini berfungsi seperti sidik jari digital yang merepresentasikan seluruh konten dokumen dalam bentuk deretan karakter acak. Saat proses verifikasi berlangsung, sistem menghitung ulang nilai hash dari dokumen yang Anda terima, lalu membandingkannya dengan nilai hash asli yang tercatat saat dokumen pertama kali ditandatangani.

Jika ada perubahan kecil pada dokumen tersebut, baik penambahan kata, penghapusan baris, atau modifikasi format, nilai hash otomatis akan berbeda. Ketika hal itu terjadi, sistem akan langsung menandai tanda tangan yang dibubuhkan sebagai tidak valid, sekalipun tampilan dokumen terlihat sama seperti aslinya.

2. Dekompresi kunci publik

Tanda tangan elektronik biasanya dienkripsi menggunakan kunci privat milik penandatangan asli yang berpasangan dengan kunci publik melalui teknologi Public Key Infrastructure (PKI). Sistem umumnya akan menggunakan kunci publik tersebut untuk mendekripsi tanda tangan. Jika dekripsi berhasil, tanda tangan terbukti sah. Akan tetapi, apabila proses tersebut gagal, sistem akan menandainya sebagai kemungkinan palsu.

3. Pencocokkan sidik jari digital

Hasil dekripsi kunci publik kemudian dicocokkan dengan sidik jari digital dokumen asli yang tersimpan sejak penandatanganan pertama. Jika keduanya identik, dokumen dinyatakan utuh dan sah. Namun, jika ditemukan selisih antara keduanya, sistem langsung menandai dokumen sebagai tidak utuh atau telah dimodifikasi.

4. Autentikasi identitas penandatangan

Selain memeriksa integritas dokumen, sistem juga perlu memverifikasi bahwa identitas di balik tanda tangan elektronik tersebut benar-benar valid dan sesuai dengan pemiliknya. Proses ini biasanya dilakukan dengan memeriksa sertifikat elektronik yang menyertai tanda tangan, khususnya apakah sertifikat tersebut diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) resmi dan terdaftar di Komdigi seperti Privy.

Verifikasi identitas ini penting untuk memastikan dokumen benar-benar ditandatangani oleh pihak yang berwenang, bukan hasil rekayasa atau penyalahgunaan identitas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tanpa autentikasi identitas yang jelas, tanda tangan elektronik, sekalipun tampilannya meyakinkan, berisiko lemah secara hukum dan mudah dibantah keasliannya jika terjadi sengketa.

5. Autentikasi timestamp tanda tangan

Terakhir, ada sistem pemeriksaan catatan waktu (timestamp) penandatanganan yang tersinkronisasi dengan server waktu resmi agar tidak dapat dimanipulasi. Dalam rangkaian proses ini, sistem akan memastikan sertifikat masih aktif saat proses penandatanganan berlangsung. Informasi ini penting sebagai bukti pendukung jika terjadi sengketa terkait kapan dokumen resmi ditandatangani.

Baca juga: Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Verifikasi Dokumen Digital

Cara Mudah Mengecek Keabsahan Tanda Tangan Elektronik

Lima proses teknis di atas mungkin terdengar rumit, tetapi Anda tidak perlu memahami detailnya satu per satu untuk memastikan keaslian dokumen. Pasalnya, kini sudah ada fitur Verifikasi Dokumen dari Privy yang dapat menjalankan seluruh tahapan tersebut secara otomatis dalam hitungan detik.

Anda cukup mengunggah dokumen PDF melalui website atau aplikasi Privy dan sistem akan langsung menampilkan status keasliannya. Untuk dokumen yang Anda terima lewat WhatsApp atau email, Anda dapat menggunakan fitur “Open With” Privy yang memungkinkan proses verifikasi langsung dilakukan tanpa perlu mengunduh dokumen terlebih dahulu.

Dengan meningkatnya kasus penipuan dokumen digital, memverifikasi tanda tangan elektronik sebelum mempercayai sebuah dokumen adalah hal yang wajib dilakukan. Alangkah baiknya Anda tidak menebak-nebak keabsahan sebuah dokumen secara manual untuk meminimalkan risiko fraud.

Manfaatkan fitur yang memudahkan proses legalitas hukum melalui Verifikasi Dokumen Privy. Selain cepat, proses yang mengharuskan pengunggahan dokumen ini pun dijamin aman dan telah terbukti dipercaya oleh lebih dari 139 juta dokumen yang telah diunggah melalui website kami.

Tinggalkan Balasan