Aktivasi tanda tangan elektronik untuk pajak menjadi hal yang penting dilakukan sebagai bentuk revolusi teknologi untuk memperlancar prosedur perpajakan. Untuk dapat mewujudkan upaya tersebut, tentu Anda terlebih dahulu harus melewati proses verifikasi identitas. Tujuannya agar proses pelaporan pajak dan aspek-aspek perpajakan dapat terjamin keamanannya.
Proses verifikasi untuk identitas sendiri juga berfungsi untuk mencegah adanya potensi dan risiko yang bisa terjadi. Misalnya, penyalahgunaan identitas individu atau kelompok.
Lalu, apa yang membuat verifikasi identitas saat melakukan aktivasi tanda tangan elektronik untuk pajak sangat penting? Simak pembahasan lengkapnya dalam artikel di bawah ini.
Mengapa Verifikasi Identitas Penting untuk Keperluan Pajak?
Dalam ekosistem perpajakan digital, verifikasi identitas menjadi fondasi utama untuk memastikan setiap tanda tangan elektronik hanya digunakan oleh wajib pajak yang sah. Langkah ini dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti penyalahgunaan identitas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Berikut ini beberapa alasan mengapa verifikasi identitas saat proses aktivasi tanda tangan elektronik untuk pajak cukup penting.
1. Memastikan Keaslian Identitas Wajib Pajak
Dalam upaya menjamin keamanan wajib pajak, kepastian jika identitas yang digunakan terverifikasi dalam sistem wajib terpenuhi. Hal ini tentu memastikan jika identitas dari wajib pajak merupakan orang yang sama dan terjamin keasliannya.
Verifikasi identitas memastikan jika wajib pajak merupakan orang yang sesuai dengan identitas yang sudah melewati tahapan verifikasi. Dengan begitu, potensi adanya penyalahgunaan identitas dapat diminimalkan.
Di sisi lain, dengan verifikasi identitas, hanya pemilik yang dapat masuk dan mengakses ke dalam sistem pembayaran atau pelaporan pajak. Hal tersebut membantu mewujudkan standar keamanan transaksi digital dalam perpajakan Indonesia.
2. Mencegah Risiko Fraud dalam Administrasi Pajak
Dalam administrasi perpajakan, potensi dan risiko penipuan atau fraud menjadi hal yang ditakutkan oleh banyak orang, tidak terkecuali para wajib pajak.
Tanpa melalui proses verifikasi yang tepat, tidak menutup kemungkinan identitas yang bersangkutan dimanipulasi dan digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum tak bertanggung jawab. Hal ini jelas memberikan beban kerugian kepada wajib pajak yang bersangkutan hingga negara.
Bahkan, bagi para wajib pajak, risiko penipuan dalam administrasi tidak hanya berdampak pada kerugian dari segi finansial saja. Risiko tersebut juga dapat memberikan pengaruh negatif bagi bisnis dan usaha yang dilakukan.
3. Menjamin Validitas Dokumen Pajak
Proses pengurusan perpajakan melalui digital terbilang cepat, serta memberi jaminan keamanan bagi para wajib pajak. Setelah tanda tangan elektronik diaktifkan dalam dokumen pajak, dokumen digital tersebut sah secara hukum layaknya dokumen fisik yang ditandatangani.
Dengan adanya prosedur verifikasi identitas, validitas dokumen pajak digital menjadi lebih terjamin.
Hal ini juga mencegah terjadinya penipuan oleh oknum tertentu dengan menggunakan identitas wajib pajak yang bersangkutan. Dengan demikian sistem perpajakan digital dapat berjalan dengan cepat, efektif, efisien serta menjaga keamanan para penggunanya.
4. Memperkuat Keamanan Digital
Verifikasi identitas adalah landasan penting yang membuktikan jika hanya Anda seorang yang dapat mengakses dan menggunakan tanda tangan elektronik tersebut. Dengan kata lain, verifikasi identitas saat aktivasi tanda tangan elektronik untuk pajak terbukti dapat memperkuat keamanan digital.
Melalui verifikasi tersebut, tidak sembarang orang dapat mengakses tanda tangan elektronik tersebut. Hal ini dapat mencegah berbagai macam hal negatif yang berkaitan dengan penyalahgunaan identitas wajib pajak yang bersangkutan.
Tahapan Verifikasi Identitas Saat Aktivasi Tanda Tangan Elektronik untuk Pajak
Terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui saat melakukan proses verifikasi identitas untuk mengaktivasi tanda tangan elektronik untuk keperluan pajak, yaitu sebagai berikut.
1. Mengambil Foto atau Video Wajib Pajak
Langkah awal yang harus dilakukan dalam proses verifikasi identitas untuk TTE adalah pengambilan foto maupun video wajib pajak yang bersangkutan.
Foto maupun video yang disertakan oleh para wajib pajak bisa menjadi bukti otentik jika NPWP yang digunakan memang sesuai dengan yang bersangkutan.
Proses ini dilakukan dengan cara membandingkan wajah asli pengguna atau wajib pajak dengan tanda pengenal lain, seperti KTP. Saat melakukan pengambilan foto dan video, pastikan Anda berada di ruangan dengan pencahayaan yang cukup sehingga proses verifikasi dapat dilakukan dengan baik.
2. Pencocokan Wajah
Langkah selanjutnya yang harus dilewati saat proses verifikasi identitas untuk keperluan aktivasi tanda tangan elektronik untuk pajak adalah tahapan pencocokan wajah.
Dalam tahapan ini, pengguna akan diminta untuk menghadapkan wajah ke kamera perangkat yang digunakan. Nantinya wajah pengguna yang terdeteksi akan disesuaikan dengan foto yang tersimpan di database kependudukan. Tujuannya untuk mengetahui keaslian pengguna dan wajib pajak yang bersangkutan.
3. Autentikasi dan Validasi Data
Setelah berhasil melalui tahapan pencocokan wajah, pengguna akan diminta menunggu sementara waktu selama sistem melakukan autentikasi dan validasi data.
Data dan informasi yang dimasukkan oleh pengguna akan dicocokkan dengan data yang tersimpan di instansi yang terkait. Jika semua informasi dan data telah cocok, maka pengguna dapat menuju ke tahapan selanjutnya.
4. Penerbitan Sertifikat Elektronik
Jika tahapan-tahapan sebelumnya telah Anda lewati, tahapan terakhir yaitu penerbitan sertifikat elektronik dapat Anda lakukan.
Prosedur ini menjadi bukti jika keseluruhan data dan informasi yang Anda serahkan terbukti valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Secara garis besar dengan diterbitkannya sertifikat elektronik menjadi tanda jika TTE Anda secara sah dapat digunakan dalam setiap dokumen yang berkaitan dengan perpajakan.
Aktivasi TTE Mudah dan Resmi Bersama Privy
Kini Anda bisa melakukan aktivasi tanda tangan elektronik tersertifikasi lebih mudah dengan Privy. Privy adalah penyelenggara sertifikat elektronik (PSrE) yang sudah terdaftar dan diakui KOMDIGI RI, memberikan legalitas bagi TTE yang Anda gunakan.
Privy telah dipercaya oleh lebih dari 65 juta pengguna terverifikasi dan 155.000+ perusahaan yang menjadi pelanggan. Hanya butuh 1 menit saja, Anda sudah bisa menandatangani dokumen elektronik. Privy memastikan dokumen Anda aman, sah, dan mudah dikelola.
Mengapa Pilih Privy?
- Legalitas Terjamin: Tanda tangan elektronik Privy dilengkapi Sertifikat Elektronik yang diakui oleh pemerintah.
- Keamanan Tingkat Tinggi: Data Anda dilindungi dengan teknologi enkripsi canggih.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses administrasi lebih cepat tanpa mengurangi legalitas.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Hubungi Privy sekarang dan rasakan layanan tanda tangan elektronik yang terpercaya!
Frequently Asked Questions
- Mengapa verifikasi identitas untuk tanda tangan elektronik dalam pajak sangat penting?
Verifikasi identitas sangat diperlukan untuk memastikan keaslian wajib pajak dan menjaga agar hanya pemilik yang bisa masuk ke dalam sistem. Hal ini mengurangi kemungkinan penyalahgunaan identitas.
- Apa yang menjadi tujuan utama dari proses pencocokan wajah dalam verifikasi?
Menyelaraskan wajah wajib pajak yang telah difoto dengan gambar wajah yang terdapat dalam database kependudukan untuk memverifikasi identitas pengguna.
- Apa langkah pertama yang perlu dilakukan dalam proses verifikasi identitas TTE?
Mengambil foto dan video wajib pajak dalam kondisi pencahayaan yang baik, yang selanjutnya akan dibandingkan dengan dokumen identitas seperti KTP.
- Apa keuntungan dari verifikasi identitas dalam meningkatkan keamanan digital?
Proses verifikasi ini menjamin bahwa hanya Anda yang dapat mengakses TTE tersebut, sehingga keamanan digital dalam penanganan perpajakan menjadi jauh lebih aman.
Referensi:
