Dokumen NDA adalah salah satu dokumen penting yang dibutuhkan untuk menjalin kerja sama profesional dengan pekerja remote atau freelancer. Dokumen NDA mencakup perjanjian untuk melindungi atau merahasiakan informasi tertentu dari klien. Informasi tersebut termasuk data konsumen, data finansial, desain produk, dan ide usaha.
Dokumen ini harus diakses oleh yang bersangkutan yaitu klien, freelancer, atau rekan kerja dalam proyek. Meski begitu, ada kemungkinan dokumen ini bocor atau diverifikasi oleh pihak yang tak berhak.
Verifikasi identitas bisa menjadi solusi yang tepat untuk menghindari berbagai risiko tersebut. Simak lebih lanjut pentingnya identity verification ini untuk keabsahan dokumen non-disclosure agreement.
Tantangan Kerja Freelance/Remote
Dalam pekerjaan remote, jarang atau bisa sama sekali tidak ada pertemuan fisik. Maka dari itu, tantangan proyek freelance berbeda dengan pekerjaan kantoran. Mulai dari bagaimana memastikan identitas, alur tanda tangan, dan menjaga kerahasiaan dokumen.
Baik itu pihak klien maupun pekerja freelancer perlu tahu tantangan-tantangan di bawah ini:
1. Verifikasi Identitas Saat Penandatanganan NDA
Di dokumen NDA harus tertera informasi lengkap termasuk tanda tangan. Tanda tangan bisa membantu verifikasi pihak bersangkutan. Sayangnya dalam kerja remote, keterbatasan tatap muka membuka celah penyalahgunaan identitas termasuk dalam menandatangani dokumen perjanjian.
Sementara dari pihak klien cukup susah untuk memastikan keaslian pihak penandatangan. Karena tidak bertemu langsung, verifikasi identitas ini menjadi kurang aman.
Peran verifikasi yang ketat sangat penting untuk menghindari identitas palsu. Misalnya, data yang klien dapatkan bisa disesuaikan dengan database identitas resmi.
2. Risiko Penggunaan Identitas Palsu
Anda perlu tahu bahwa jika ada yang dilanggar terkait NDA, dampaknya bisa serius. Pihak terkait bisa dituntut secara hukum atau membayar denda. Jika pelaku punya nama besar dalam dunia freelance, reputasi mereka akan hancur.
Meski begitu, masih banyak orang yang memanfaatkan identitas buatan ini untuk masuk ke proyek freelance. Tujuannya bisa untuk keuntungan finansial pribadi, pencurian data dan lain sebagainya. Bukan hanya klien saja yang menjadi target tapi freelancer juga termasuk.
Klien bisa saja mengarahkan untuk syarat sensitif seperti data KTP. Padahal identitas yang klien gunakan adalah buatan atau palsu. Identitas sintetis ini dibuat sedemikian rupa agar terlihat meyakinkan.
3. Kontrol yang Lemah Terhadap Akses Data
Data yang digunakan klien dan freelancer harus dijaga baik-baik. Penggunaan dan distribusi dokumen tersebut harus dibatasi. Sayangnya, kontrol dokumen yang lemah bisa memicu kebocoran atau kehilangan data.
Dalam proyek freelancer, audit berperan penting untuk memastikan progres kerja maupun mengecek distribusi dokumen. Semakin lebar celah keamanan akses data, semakin tinggi peluang untuk fraud.
Peran Identity Verification untuk Dokumen NDA Kerja Freelance/Remote
Untuk menghindari fraud atau potensi kerugian lainnya dari pengelolaan dokumen NDA, diperlukan solusi identity verification. Berikut akan dijelaskan apa saja peran verifikasi identitas ini dalam pengelolaan NDA:
1. Memastikan Identitas Penandatangan
Anda akan susah tahu siapa yang menandatangani dokumen tanpa verifikasi yang ketat. Verifikasi ini perlu terintegrasi dengan database identitas yang dimiliki pemerintah. Mengingat NDA itu adalah dokumen yang sensitif, diperlukan juga verifikasi identitas yang ketat.
Dalam lingkup proyek freelance, kesempatan untuk bertemu langsung sangat terbatas. Maka dari itu, NDA yang digunakan juga disarankan dalam bentuk digital.
Untuk memastikan tanda tangan elektronik yang absah, seringkali memerlukan platform PSrE seperti Privy. Melalui verifikasi yang ketat, kita bisa mudah mengetahui siapa yang membubuhkan tanda tangan.
2. Mengurangi Risiko Fraud & Impersonation/Fake Worker
Verifikasi identitas bukan hanya mempermudah urusan pekerjaan tapi juga untuk keamanan akses. Dalam pekerjaan remote, cenderung memicu fraud seperti pada kasus fake worker. Jadi bukan mereka yang bersangkutan yang absen dan bekerja tapi pihak lain yang tidak terkait proyek.
Bagi klien yang ingin mengurangi kemungkinan fraud, verifikasi identitas ini harus segera diterapkan. Misalnya, untuk akses NDA yang sudah seharusnya rahasia. Jangan sampai ada kasus impersonation yang mengatasnamakan freelancer padahal bukan pekerja yang dipilih.
Jika hal ini terjadi, bisa memicu kebocoran data. Dalam fitur verifikasi yang digunakan harus tersemat teknologi terbaru seperti liveness detection atau anti AI.
3. Meningkatkan Kekuatan Legal NDA
Menerapkan sistem verifikasi identitas juga termasuk dalam standar pengelolaan dokumen. Perusahaan harus patuh terhadap regulasi verifikasi identitas agar tetap dalam jalur yang legal. Jika perusahaan berorientasi pada legalitas, akan semakin banyak konsumen yang percaya.
Jika dibuat dan dikelola dengan baik, dokumen NDA digital pada dasarnya punya fungsi yang sama dengan versi konvensional. Agar NDA punya kekuatan legal, dibutuhkan verifikasi identitas memadai seperti TTE tersertifikasi. NDA seperti ini yang nantinya bisa diandalkan saat ada permasalahan hukum.
4. Memastikan Akses Dokumen yang Aman
Verifikasi identitas mampu memastikan dokumen diakses oleh mereka yang punya hak saja. Verifikasi ini bisa mengacu pada data identitas seperti paspor, KTP, NPWP, SIM dan sebagainya. Jadi, peran verifikasi identitas begitu krusial untuk dokumen penting seperti NDA pekerja remote atau freelancer.
Dengan mengandalkan verifikasi identitas, Anda bisa memastikan identitas orang yang membubuhkan tanda tangan di dokumen. Verifikasi identitas juga bisa mencegah fake worker atau impersonation maupun tindakan fraud lainnya. Dari sisi hukum, pengelola proyek juga harus berorientasi pada dokumen yang legal.
Dokumen yang punya kekuatan legal bisa membantu menyelesaikan permasalahan dalam proyek. Lebih dari itu, verifikasi identitas juga mampu mendukung keamanan akses dokumen.
Gunakan Layanan TTE dan Pengelolaan Dokumen Digital yang Aman
Baik itu perusahaan, karyawan, pebisnis, atau freelancer, harus menjaga dokumen digital dengan baik. Meski tersimpan secara digital, bukan berarti risiko kehilangan, kebocoran atau kerusakan lenyap begitu saja. Bukan hanya NDA saja, dokumen sensitif lain yang dikelola secara digital juga harus dipastikan aman.
Privy hadir untuk memastikan pengelolaan dokumen yang efisien dan aman. Privy menyediakan serangkaian fitur yang mampu menghindari fraud dalam mengatur dokumen penting. Platform dari Privy bisa digunakan dalam skala bisnis maupun perusahaan.
Salah satu fitur yang platform Privy sediakan adalah tanda tangan elektronik. Tapi bukan hanya sekedar tanda tangan elektronik yang di-copy-paste saja tapi yang dibekali verifikasi identitas canggih. Fitur TTE tersertifikasi dari Privy bisa memastikan hanya pihak yang bersangkutan saja yang membubuhkan tanda tangan.
Tanda tangan tersertifikasi ini terintegrasi dengan database identitas sehingga bisa diketahui siapa yang memberikan tanda tangan. Sistem Privy juga bisa menghindari manipulasi melalui deteksi yang sensitif sehingga dokumen penting tetap aman. Bagi klien yang ingin mengamankan proyek freelance mereka, bisa dimulai dari penerapan TTE.
Baik itu untuk dokumen NDA maupun dokumen lainnya, bisa dipastikan aman karena yang menandatangani adalah pihak yang sesuai. Demikian pembahasan kali ini dan semoga bisa memberi manfaat.
Privy telah dipercaya oleh lebih dari 65 juta pengguna terverifikasi dan 155.000+ perusahaan yang menjadi pelanggan. Hanya butuh 1 menit saja, Anda sudah bisa menandatangani dokumen elektronik. Privy memastikan dokumen Anda aman, sah, dan mudah dikelola.
Mengapa Pilih Privy?
- Legalitas Terjamin: Tanda tangan elektronik Privy dilengkapi Sertifikat Elektronik yang diakui oleh pemerintah.
- Keamanan Tingkat Tinggi: Data Anda dilindungi dengan teknologi enkripsi canggih.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses administrasi lebih cepat tanpa mengurangi legalitas.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Hubungi Privy sekarang dan rasakan layanan tanda tangan elektronik yang terpercaya!
Referensi:
