Pentingnya Verifikasi Identitas untuk Produk Digital Fintech

produk digital

Verifikasi identitas membantu menjaga keamanan transaksi dan data pada produk digital fintech, terutama dalam menghadapi risiko fraud & cyber crime. Produk digital keuangan alias fintech semakin marak digunakan oleh masyarakat saat ini. Meski terbilang baru dibanding produk keuangan konvensional, perkembangan fintech memberi dampak nyata bagi masyarakat. Salah satunya adalah kemudahan penggunaan yang membuat aktivitas keuangan lebih praktis, efektif, dan efisien.

Perkembangan produk digital keuangan juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari aspek keamanan. Verifikasi identitas menjadi hal penting yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan transaksi dan data di dalam produk fintech.

Pahami lebih dalam tentang produk digital fintech dan bagaimana peran verifikasi identitas untuk menjaga keamanannya pada pembahasan berikut ini!

Jenis-jenis Produk Digital di Bidang Fintech

Produk digital keuangan atau fintech adalah layanan berbasis teknologi untuk mempermudah transaksi dan kegiatan keuangan lainnya secara online. Di Indonesia, BI dan OJK menjadi lembaga yang mengawasi pelaku bisnis fintech dan menjaga keamanan penggunanya.

Berikut jenis-jenis produk fintech yang umum di Indonesia:

1. Bank Digital

Bank digital adalah layanan perbankan yang menyediakan service secara daring dan biasanya memiliki kantor fisik yang terbatas, atau bahkan tidak ada. 

Pengguna layanan bank digital bisa menggunakan aplikasi khusus berupa mobile banking yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store. Keunggulan bank digital adalah aktivitas perbankan yang mudah dan minim biaya admin.

Meski begitu, pengguna perlu memilih bank digital resmi yang terdaftar pada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Beberapa contoh bank digital di Indonesia adalah Seabank, BLU, Jago, dan Jenius.

2. E-Wallet (Dompet Digital)

E-wallet adalah layanan dompet digital yang mempermudah Anda menyimpan dana dan bertransaksi tanpa harus memakai uang kertas.

Pengguna dompet digital sudah semakin banyak seiring dengan meningkatnya jumlah merchant yang menerima pembayaran via e-wallet. Anda hanya cukup top up terlebih dahulu, lalu saldo dari top up tersebut bisa dipakai bertransaksi.

Dompet digital biasanya memberikan keuntungan, seperti promo harga spesial, cashback, program loyalitas, dan tukar poin. Platform dompet digital juga menyediakan fitur pelacakan transaksi dan teknologi keamanan yang canggih. 

Contoh dompet digital populer adalah OVO, ShopeePay, dan GoPay.

3. P2P Lending

P2P lending adalah kepanjangan dari peer-to-peer lending, layanan pemberi pinjaman berbasis teknologi digital. Layanan P2P lending  memberi akses pinjaman dana yang terintegrasi dengan pemberi pinjaman. 

Untuk meminjam dana melalui platform P2P lending, Anda harus melalui verifikasi kredit terlebih dahulu. Syarat-syarat P2P lending cenderung lebih sederhana dibanding pinjaman dari bank. Meski begitu, ada risiko gagal bayar dan suku bunga mungkin lebih tinggi dari bank.

Saat menggunakan layanan P2P lending, penting untuk memilih platform yang diawasi oleh OJK agar aman dan terkendali.

4. Crypto Exchange (Bursa Aset Kripto)

Crypto exchange (bursa aset kripto) adalah platform yang digunakan untuk transaksi aset kripto, mencakup jual beli, penukaran, dan perdagangan.

Anda perlu memiliki akun terlebih dahulu di platform crypto exchange tertentu, lalu melakukan deposit agar bisa membeli kripto. Anda bisa menjual kembali aset digital tersebut untuk mendapatkan keuntungan.

Beberapa contoh platform crypto exchange di Indonesia adalah Tokocrypto, Pintu, dan Indodax.

5. Investasi Digital

Investasi digital adalah produk fintech yang menyediakan layanan berbagai investasi termasuk dengan modal rendah. Fintech ini bisa mempermudah Anda untuk mulai berinvestasi dengan modal awal rendah dan mudah untuk diversifikasi portofolio.

Sebelum melakukan investasi digital, penting untuk memahami risiko dan memilih platform investasi yang tepat. Beberapa contoh platform investasi digital adalah Pluang, Ajaib, dan Bibit.

Pentingnya Verifikasi Identitas pada Produk Digital Fintech

Verifikasi identitas bisa meningkatkan keamanan pada produk digital fintech dan mencegah pencucian uang, penipuan, atau kejahatan siber lainnya. Teknologi ini bisa memastikan kalau pelanggan yang menggunakan produk adalah yang sah.

Cara mengenali pengguna bisa melalui verifikasi dokumen, pengenalan wajah, dan biometrik. Verifikasi identitas juga bisa mengurangi upaya yang perlu dilakukan untuk identifikasi pengguna. 

Dengan begitu, operasi bisnis bisa lebih cepat dan menunjang produktivitas lebih tinggi. Lebih dari itu, verifikasi identitas menjadi kebutuhan esensial untuk fintech karena syarat regulasi.

Regulasi ini bukan hanya berlaku di Indonesia, namun hampir di semua negara seiring dengan berkembangnya teknologi digital. Mengandalkan sistem verifikasi berkualitas dapat membantu mencegah institusi keuangan terlibat masalah hukum.

Selain itu, sistem verifikasi identitas yang tepercaya dapat mempermudah pengguna menyelesaikan syarat identifikasi. Hal ini memberikan pengalaman pelanggan yang positif dan tentunya berguna baik bagi bisnis maupun pengguna itu sendiri.

Bentuk Verifikasi Identitas di Produk Digital Fintech

Berikut beberapa bentuk verifikasi identitas dalam produk digital fintech:

1. Tanda Tangan Elektronik

Tanda tangan elektronik berperan penting dalam mempermudah penanganan dokumen digital. Anda sudah tidak perlu lagi bergantung pada alat tulis dan pencetakan dokumen fisik. 

Dalam tanda tangan elektronik tersertifikasi, tersemat enkripsi dan sertifikat digital yang bisa melindungi pihak-pihak terkait. TTE tersertifikasi juga dibekali audit trail agar pengelolaan dokumen lebih transparan.

2. Deteksi Biometrik

Autentikasi biometrik mencakup deteksi retina, suara, wajah dan fingerprint. Deteksi biometrik menjadi standar produk fintech untuk melindungi aktivitas login. Pengguna pun sudah tidak perlu input password dengan risiko lupa dan kurang aman.

3. Verifikasi Dokumen

Optical Character Recognition (OCR) mendeteksi data tertentu pada dokumen untuk memberikan akses ke pengguna. Terlebih lagi pada dokumen identitas seperti KTP, SIM, dan paspor.

Jika ada anomali atau hal berbeda pada data, akan ada pemberitahuan atau mitigasi risiko. Verifikasi dokumen bisa mencegah fraud secara efektif untuk berbagai produk digital fintech.

4. Penyesuaian Wajah dengan Liveness Detection

Berkembangnya teknologi AI tidak hanya membantu pengguna, namun juga memberikan risiko tersendiri. AI dapat meniru wajah seseorang dengan mudah dan disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk kejahatan siber.

Untuk itu, sistem liveness detection berguna untuk mendeteksi apakah wajah yang tampil benar-benar orang terkait atau teknologi AI. Melalui sistem ini, pengguna diinstruksikan untuk melakukan gerakan tertentu seperti menoleh, mengangguk, dan berkedip.

Verifikasi Identitas Lebih Mudah dan Aman Bersama Privy

Penjelasan di atas menunjukkan pentingnya peran verifikasi identitas dalam layanan digital finance atau produk digital fintech. Proses verifikasi yang aman membantu operasional bisnis menjadi lebih lancar, sekaligus mendukung keamanan bagi pengguna.

Bagi Anda yang sedang mencari solusi verifikasi identitas yang aman, mudah dan efisien, Anda bisa andalkan Privy. 

Dengan menggunakan layanan Privy, Anda dapat memastikan bahwa identitas digital Anda terlindungi dan digunakan secara sah dalam berbagai proses digital. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan dokumen dan identitas secara elektronik.

Platform Privy membantu Anda untuk menjaga keabsahan dokumen dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi yang bisa memverifikasi identitas penandatangan. Privy mendukung layanan fintech dalam kepatuhan terhadap regulasi identitas digital, mencegah fraud, dan menjaga reputasi brand.

Ingin mengetahui lebih lanjut? Hubungi Privy sekarang!

Tinggalkan Balasan