Sertifikat tanah digital memberikan kemudahan penggunaan sekaligus risiko keamanan yang perlu diperhatikan, seperti pencurian akun dan akses ilegal. Sertifikat tanah digital harus benar-benar dijaga keamanannya agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Ada banyak sekali risiko keamanan yang mungkin terjadi ketika memiliki sertifikat ini. Agar bisa menjaga keamanannya, Anda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja risiko keamanan dan cara menjaga keamanannya.
Pahami selengkapnya pada pembahasan di bawah ini.
Risiko Keamanan Sertifikat Tanah Digital
Sertifikat tanah digital jauh memberikan kemudahan dibandingkan sertifikat konvensional. Meski begitu, sertifikat digital membawa beberapa risiko yang bisa membahayakan kepemilikan tanah dan keamanan data.
Berikut beberapa risiko keamanan pada kepemilikan sertifikat tanah digital:
1. Pencurian Akun atau Identitas Digital
Risiko yang pertama adalah pencurian identitas atau akun digital. Risiko ini merupakan resiko keamanan yang sangat umum sekali terjadi.
Banyak sekali penjahat siber yang bisa mengambil informasi data login milik pengguna menggunakan berbagai macam cara, mulai dari phising, malware, dan hacking.
Jika akun yang digunakan untuk mengelola sertifikat digital dicuri nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengambil alih kendali atas data properti. Data ini juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan tindakan pemalsuan dokumen dan penipuan yang dapat merugikan banyak orang.
Selain itu, pencurian data ini juga mempermudah pencuri untuk mengklaim kepemilikan properti secara ilegal sehingga pemilik mengalami kerugian.
2. Akses Ilegal
Adanya akses ilegal juga termasuk risiko yang harus waspadai. Akses tanpa persetujuan pemilik sertifikat tanah ke database atau sistem penyimpanan sertifikat merupakan hal yang mungkin terjadi di era digital saat ini.
Ketika sistem keamanan tidak bagus, akses ilegal dapat terjadi dan sertifikat digital dapat disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Akses ini biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan pada proses autentikasi pengguna dan bisa juga melalui celah keamanan yang ada di sistem. Jika akses ilegal terjadi, maka data tanah atau sertifikat yang sifatnya rahasia bisa dipalsukan atau dimanfaatkan untuk merugikan pemilik asli.
3. Peretasan Perangkat
Perangkat yang dipakai untuk mengakses atau mengelola sertifikat digital rentan sekali diretas. Peretasan ini merupakan risiko keamanan yang sangat serius karena dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar untuk Anda. Perangkat yang umumnya diretas adalah smartphone, komputer, dan laptop.
Ketika terjadi peretasan perangkat, maka dokumen dan data-data penting yang ada di dalam perangkat bisa diakses dengan mudah tanpa sepengetahuan Anda. Data-data ini bisa diubah atau dibagikan ke orang lain untuk mendapatkan keuntungan.
Selain itu, perangkat yang sudah diretas biasanya terinfeksi malware yang bisa dimanfaatkan menjadi alat untuk melancarkan serangan ke sistem lain yang terhubung.
4. Penggandaan File Sertifikat
Risiko lain yang mungkin terjadi adalah penggandaan file sertifikat tanah. File digital yang tersimpan di perangkat bisa dengan mudahnya digandakan atau diduplikasi secara tidak sah ketika perangkat diretas.
Jika terjadi penggandaan file, pelaku bisa mengubah atau memalsukan isi dokumen. Dokumen yang diubah atau dipalsukan bisa dimanfaatkan untuk memalsukan hak atas tanah atau melakukan penipuan.
Penggandaan file semakin berisiko terjadi ketika file sertifikat tidak dilindungi sistem keamanan yang bagus.
5. Phishing & Social Engineering
Phishing dan social engineering adalah ancaman keamanan yang terbilang sangat berbahaya.
Modus yang digunakan adalah mengirim email palsu seolah-olah yang mengirim adalah institusi atau otoritas resmi. Email tersebut dikirim dengan tujuan untuk mendapatkan informasi rahasia atau data login dari pengguna.
Modus kejahatan ini juga sering melibatkan manipulasi psikologis agar korban memberikan akses ke sistem atau membocorkan data penting secara tidak sadar. Biasanya korban akan tersadar ketika data penting yang dimiliki sudah jatuh ke tangan orang lain.
Cara Menjaga Keamanan Sertifikat Tanah Digital
Agar terhindar dari risiko-risiko keamanan tersebut maka perlu sekali untuk menjaga dan memperketat keamanan sertifikat tanah digital. Berikut beberapa cara untuk menjaga keamanan sertifikat tanah digital:
1. Simpan di Layanan Penyimpanan yang Aman
Agar data tidak mudah dicuri sebaiknya simpan data sertifikat di layanan penyimpanan yang terpercaya dan terbukti aman. Usahakan untuk memilih penyedia layanan penyimpanan data yang sudah menggunakan sistem keamanan tinggi, seperti sistem perlindungan dari serangan cyber dan enkripsi end to end.
Selain itu, pastikan juga layanan yang dipilih mempunyai beberapa fitur keamanan canggih, seperti enkripsi data ketika saat penyimpanan dan autentikasi multifaktor.
2. Berhati-hati dalam Mengirim File Sertifikat
Selain harus menyimpan sertifikat di tempat yang tepat, Anda juga harus berhati-hati ketika mengirim file sertifikat melalui platform komunikasi atau email. Hindari untuk mengirim file memakai platform yang belum terpercaya dan email yang belum terenkripsi.
Kalau ingin mengirim file sertifikat tanah secara digital sebaiknya pakai metode pengiriman yang terbukti aman. Selain itu, pastikan orang yang menerima file merupakan orang yang benar-benar dituju atau pihak yang berwenang.
3. Verifikasi Keaslian Sertifikat Lewat Layanan Resmi
Agar data aman sebaiknya lakukan verifikasi keaslian sertifikat menggunakan layanan resmi. Pastikan sertifikat yang digunakan atau yang diterima benar-benar berasal dari sumber terpercaya.
Anda dapat melakukan pengecekan melalui instansi pemerintah yang menawarkan layanan verifikasi online yang resmi.
4. Lindungi Akun Digital
Data sertifikat akan aman apabila Anda melindungi akun digital yang dipakai untuk mengelola sertifikat. Jika ingin akun aman, sebaiknya gunakan password yang kuat dan aktifkan fitur autentikasi jika tersedia.
Selain itu, hindari menggunakan password yang sama dengan password di akun lain. Lakukan juga pergantian password secara rutin jika dibutuhkan.
Kelola Dokumen Digital Lebih Aman dengan Ekosistem Privy
Agar lebih mudah dalam mengelola dokumen digital, termasuk sertifikat tanah digital, Anda bisa memanfaatkan ekosistem Privy. Privy menyediakan layanan terpercaya berbasis enkripsi tingkat tinggi yang dapat membantu Anda mengelola dokumen digital secara transparan, aman, dan terpercaya.
Dengan memanfaatkan teknologi enkripsi, data akan tersimpan dengan aman dan tidak bisa diubah tanpa adanya akses legal sehingga data sertifikat terjamin keasliannya.
Selain itu, layanan ini juga menawarkan fitur-fitur canggih, seperti enkripsi end to end dan autentikasi multifaktor yang dapat membatasi akses ke data sertifikat tanah digital. Dengan begitu, pihak yang berhak untuk mengakses data tersebut hanyalah pihak yang berwenang saja.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Hubungi Privy sekarang!
Frequently Asked Questions
- Apa saja risiko keamanan sertifikat tanah digital?
Risikonya adalah pencurian akun, akses ilegal, peretasan perangkat, penggandaan file sertifikat, phising dan social engineering.
- Apa saja dampak negatif dari peretasan perangkat dan akses ilegal?
Dampak yang mungkin terjadi adalah data sertifikat akan dipalsukan atau digandakan dengan tujuan merugikan pemilik sertifikat.
- Bagaimana cara menjaga keamanan sertifikat tanah digital?
Caranya adalah menyimpan di layanan penyimpanan yang aman, berhati-hati ketika mengirim file sertifikat, melakukan verifikasi keaslian sertifikat menggunakan layanan resmi, dan melindungi akun digital.
- Bagaimana cara mengelola dokumen digital agar lebih aman?
Caranya dengan menggunakan layanan yang memiliki sistem dan fitur keamanan canggih, seperti Privy.
