Surat Perjanjian Investasi: Manfaat, Unsur, Jenis, dan Contohnya

surat perjanjian investasi

Dalam berinvestasi, seseorang bukan hanya menanamkan modalnya pada suatu perusahaan atau entitas, melainkan juga sebagai bentuk kerja sama kedua belah pihak. Kerja sama ini diikat dalam sebuah surat perjanjian investasi yang di dalamnya mengatur tentang hak, tanggung jawab, dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak investor dan pemilik usaha.

Kesepakatan ini dibuat dengan tujuan agar kedua pihak saling memenuhi kewajiban masing-masing dan tentunya mendapat perlindungan hukum. Dalam kenyataannya, dokumen ini memiliki berbagai manfaat dan jenisnya yang digunakan untuk tujuan berbeda.

Penasaran dengan isi, manfaat, dan contoh dari surat perjanjian investasi lebih dalam? Mari simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Surat Perjanjian Investasi?

Surat perjanjian investasi adalah kesepakatan yang dibuat antara pihak investor dan perusahaan mengenai mekanisme penanaman modal investasi. Isi dari kesepakatan ini kurang lebih membahas tentang jumlah return yang akan didapatkan, peran investor dalam operasional bisnis, besaran modal yang diberikan, dan hal lainnya yang disesuaikan dengan kesepakatan kedua belah pihak. 

Kesepakatan ini penting untuk dibuat dengan tujuan melindungi hak dan memperlancar kerja sama kedua belah pihak. Tentunya kedua pihak tidak ingin mendapat kerugian sehingga perlu mempertimbangkan pula isi dan ketentuan dalam pembuatan surat ini agar dapat digunakan sebaik mungkin. 

Manfaat Surat Perjanjian Investasi

Pembuatan surat perjanjian penanaman modal ini tentu memberikan sejumlah manfaat baik bagi investor maupun pihak perusahaan, seperti: 

1. Memiliki Kekuatan Hukum yang Sah

Selain untuk mengatur hak dan tanggung jawab kedua pihak, tujuan lain dari pembuatan kesepakatan ini adalah untuk mendapatkan perlindungan hukum. Perlindungan hukum ini ditujukan agar ketika suatu saat terjadi permasalahan, di mana salah satu pihak lalai menjalankan kesepakatan, pihak lain yang dirugikan dapat memprosesnya secara hukum. 

Salah satu unsur penguat hukum dalam surat kesepakatan ini adalah adanya meterai dan tanda tangan yang dibubuhkan oleh kedua belah pihak. Syarat sah sebuah dokumen perjanjian berbasis pada Pasal 1320 BW/KUH Perdata. Lalu, UU Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai menegaskan bahwa adanya meterai pada sebuah dokumen dapat dijadikan bukti sah di pengadilan dan dilindungi hukum apabila suatu saat terjadi permasalahan. 

Selain itu, ditambah lagi jika kedua pihak menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan diakui Kominfo, seperti Privysign. Dengan Privysign, pemalsuan dokumen bisa dicegah sebab TTd digital tidak dapat diwakilkan oleh orang lain sehingga dapat menghindari kemungkinan pemalsuan tanda tangan dari pihak tidak berwenang. 

Anda dapat mengecek keaslian TTd tersebut dari situs resmi Kominfo untuk menambah bukti kuat bahwa pihak yang bersangkutan sendirilah yang menandatangani kesepakatan investasi tersebut. 

2. Melindungi Kepentingan Investor dan Perusahaan

Pihak investor dan perusahaan tentu sama-sama ingin mewujudkan kepentingannya masing-masing. Investor mendapat return dari penanaman modalnya dan perusahaan mendapat suntikan dana untuk keberjalanan operasional bisnis.

Maka dari itu, dengan dibuatnya perjanjian investasi, kedua belah pihak bisa saling memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, dapat menjelaskan dengan rinci syarat dan ketentuan, mencakup besaran investasi, jangka waktu perjanjian, target pengembalian, dan kebijakan penarikan menerima dana.

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Kesepakatan Bersama & Tips Membuatnya

3. Menghindari Risiko Penipuan

Surat kesepakatan ini juga ternyata bisa menghindari transaksi kedua pihak dari risiko penipuan, loh! 

Dengan adanya poin-poin lengkap yang membahas tentang pembagian hasil dan seluruh aktivitas investasi lainnya, surat ini dapat dijadikan bukti sah apabila salah satu pihak merasa tidak terpenuhi haknya. Jadi, sebelum membuat surat, pastikan isi kesepakatan sudah mencakup seluruh keuntungan dan risiko yang akan diterima oleh kedua pihak. 

Unsur-unsur yang Harus Ada pada Surat Perjanjian Investasi

Surat perjanjian investasi memiliki beberapa unsur utama yang harus ada di dalamnya, mulai dari judul, identitas para pihak, hingga tanda tangan. Berikut penjelasan masing-masing unsur tersebut.

1. Judul dan Pembukaan Perjanjian

Unsur ini berfungsi sebagai identitas legal dokumen. Judul harus jelas, spesifik, dan mencerminkan jenis perjanjian, misalnya “Surat Perjanjian Investasi Usaha”. Sedangkan bagian pembukaan memuat tanggal dan tempat pembuatan perjanjian, serta pernyataan bahwa para pihak sepakat untuk menjalin kerja sama investasi.

2. Identitas Para Pihak

Adanya identitas menjelaskan dengan detail siapa saja yang terlibat dalam perjanjian, yaitu pihak investor dan penerima investasi. Unsur ini memastikan bahwa pihak-pihak yang terikat dalam perjanjian adalah subjek hukum yang sah. 

Identitas para pihak biasanya memuat nama lengkap, nomor identitas, alamat, dan jabatan atau kapasitas masing-masing pihak.

3. Objek Investasi

Unsur ini menjelaskan secara terperinci apa yang menjadi sasaran pendanaan, berupa jenis usaha, proyek, atau aset yang akan didanai. Tujuan dan ruang lingkup investasi juga harus dijelaskan secara spesifik agar dana investasi tidak disalahgunakan di luar kesepakatan.

4. Nilai dan Bentuk Investasi

Unsur ini menyebutkan besaran spesifik dana investasi dan mata uang yang digunakan. Begitu juga dengan bentuk investasi yang dilakukan, apakah berupa uang, saham, aset, atau barang modal. Unsur ini pun merinci jadwal dan cara investasi diserahkan, misalnya melalui transfer bank dalam beberapa tahap.

5. Hak dan Kewajiban Para Pihak

Unsur ini menetapkan batasan dan tanggung jawab masing-masing pihak untuk menjaga keseimbangan dan profesionalisme. Misalnya, kewajiban investor untuk menyerahkan dana investasi sesuai jadwal dan hak untuk mendapatkan laporan keuangan.

Untuk penerima investasi, misalnya kewajiban untuk menjalankan usaha dengan itikad baik, dan memberikan laporan secara transparan. Sedangkan hak penerima investasi biasanya berupa hak pengelolaan dana sesuai tujuan usaha.

6. Jangka Waktu Investasi

Unsur ini menentukan periode berlakunya kerja sama dengan mencantumkan tanggal mulai dan tanggal berakhir masa investasi. Jangka waktu investasi juga memuat ketentuan mengenai perpanjangan perjanjian atau syarat-syarat untuk mengakhiri perjanjian lebih awal (terminasi).

7. Skema Pembagian Keuntungan dan Kerugian

Bagian ini menjelaskan bagaimana laba dan rugi akan dibagi antara para pihak. Skema tersebut akan menetapkan persentase atau mekanisme perhitungan pembagian keuntungan. Skema ini juga menjelaskan bagaimana risiko kerugian akan ditanggung oleh masing-masing pihak.

8. Penyelesaian Sengketa Atau Perselisihan

Unsur ini penting sebagai panduan menentukan cara penyelesaian jika terjadi konflik. Beberapa di antaranya bisa melalui musyawarah, mediasi, atau litigasi melalui pengadilan yang berwenang. Klausul ini juga mencakup penanganan kasus Wanprestasi (pelanggaran janji) dan Force Majeure (keadaan kahar).

9. Klausul Kerahasiaan

Unsur ini mengatur kewajiban para pihak untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh selama kerja sama berlangsung. Contohnya, data keuangan, strategi bisnis, atau informasi proyek yang akan dijalankan.

10. Penutup dan Tanda Tangan

Bagian akhir perjanjian ini yang akan memberikan kekuatan hukum pada dokumen. Penutup umumnya menyatakan bahwa para pihak telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh isi perjanjian tanpa paksaan.

Sementara itu, tanda tangan dibubuhkan oleh perwakilan sah dari masing-masing pihak. Bagian ini seringkali disertai meterai dan saksi untuk memperkuat keabsahan hukumnya.

Untuk dokumen perjanjian digital, Anda dapat menggunakan perlindungan yang resmi dan sah secara hukum. Gunakan tanda tangan elektronik (TTE) yang telah tersertifikasi dan e-meterai dari penyedia resmi, seperti Privy. Menggunakan keduanya akan memberikan kekuatan hukum pada surat perjanjian dan dapat menjadi bukti sah jika dibutuhkan di pengadilan.

Jenis Surat Perjanjian Investasi

Surat perjanjian investasi itu sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis, antara lain:

1. Surat Perjanjian Investasi Bisnis

Sesuai dengan namanya, kesepakatan investasi ini mengatur tentang mekanisme dan pembagian hasil atas penanaman modal investor pada sebuah perusahaan. Umumnya, tipe perusahaan yang membuka peluang untuk investor berjenis Tbk (Terbuka). 

Dalam operasional bisnisnya, kekuasaan tertinggi dipegang oleh RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Jadi, sangat penting bagi seorang investor untuk membuat surat ini guna mengatur mengenai tanggung jawab, hak, dan kewajiban dalam pengambilan keputusan perusahaan. 

Selain itu, dalam perjanjian kerja sama ini, pihak perusahaan pun memiliki kewajiban untuk melaporkan segala aktivitas bisnis yang berkaitan dengan penggunaan dana investasi yang ditanamkan. Misalnya, melaporkan laporan keuangan perusahaan, mengevaluasi kinerja bisnis, hingga membahas tentang rencana ekspansi (pengembangan) bisnis. Dengan begitu, para investor juga mengetahui bahwa modal yang ditanamkan benar-benar digunakan untuk keperluan bisnis. 

2. Surat Perjanjian Investasi Syariah

Tidak hanya bank saja yang memiliki prinsip syariah, investasi pun ada yang berlandaskan syariah Islam dalam operasionalnya. Dalam berinvestasi syariah, ada beberapa kesepakatan yang harus dipahami dan dilaksanakan baik bagi investor (shahibul amal) maupun pihak pengelola modal (mudharib). 

Kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian ini seputar pembagian keuntungan, tujuan penggunaan modal, larangan bunga, dan sebagainya. 

3. Surat Perjanjian Investasi Bagi Hasil 

Konsep yang digunakan pada investasi bagi hasil ini hampir mirip dengan investasi bisnis. Hanya saja, perbedaannya terletak pada pembagian keuntungan yang didapatkan. Dalam investasi bisnis, investor tidak selalu mendapatkan return berupa uang atau dividen. Akan tetapi, return dapat berupa pengembangan produk atau layanan, dan sponsorship

Sementara itu, surat perjanjian investasi bagi hasil fokus mengatur pembagian keuntungan secara adil dan merata kepada setiap pihak yang terlibat dalam operasional bisnis. Umumnya, surat kesepakatan ini dibuat ketika sebuah perusahaan didirikan oleh satu keluarga atau kerabat. Jadi, penting untuk membahas mengenai persentase besaran keuntungan yang akan didapatkan tiap pihak.  

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Kerja Sama Usaha

Cara Membuat Surat Perjanjian Investasi

Bagi Anda yang masih belum paham isi ketika membuat surat kerjasama perjanjian investasi yang benar seperti apa, berikut ini adalah beberapa poin penting yang perlu Anda masukkan ke dalam surat perjanjian investasi.

  1. Sertakan Judul Dokumen: Tambahkan judul di bagian atas dokumen, seperti “Surat Perjanjian Kerjasama Investasi”, serta mungkin nomor surat jika diperlukan.
  2. Cantumkan Informasi Pribadi: Pembuat surat perlu mencantumkan informasi pribadinya, termasuk nama, alamat, jabatan, dan institusi, bersama dengan tanggal pembuatan surat.
  3. Sertakan Informasi Pihak yang Terlibat: Pastikan untuk mencatat informasi dari pihak lain yang terlibat, termasuk nama, alamat, institusi, dan identifikasi lainnya yang relevan.
  4. Gunakan Kata Ganti yang Tepat: Gunakan kata ganti yang jelas untuk mengidentifikasi peran setiap pihak, misalnya “Pihak Pertama”, “Pihak Kedua”, “Pihak Ketiga”, dan seterusnya.
  5. Tulis Isi Perjanjian: Jelaskan rinci isi perjanjian investasi, termasuk maksud dan tujuan, ruang lingkup, serta durasi kerjasama. Sertakan juga hak dan kewajiban yang harus dipatuhi oleh semua pihak. Anda bisa menuliskannya dalam bentuk pasal 1, pasal 2, pasal 3, dan seterusnya.
  6. Penandatanganan Dokumen: Pada bagian akhir, minta semua pihak untuk menandatangani dokumen sebagai tanda persetujuan kesepakatan kerjasama.

Contoh Surat Perjanjian Investasi

Untuk memiliki gambaran lebih jelas mengenai isi dan bentuk surat perjanjian kerjasama investasi, simak beberapa contohnya di bawah ini: 

1. Contoh Surat Perjanjian Penanaman Modal

(Gambar sudah ada di website)

2. Contoh Surat Perjanjian Profit Sharing

(Gambar sudah ada di website)

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Digital Trust Serta Manfaatnya untuk Bisnis Anda

Kelola Surat dan Dokumen Penting Bersama Privy

Demikianlah beberapa informasi seputar manfaat, jenis, dan contoh dari surat perjanjian investasi. Setelah memahaminya lebih mendalam, kini Anda tidak perlu ragu lagi untuk membuat kesepakatan guna menghindari risiko kerugian di masa mendatang. Pastikan juga informasi yang dimuat di dalam kesepakatan tersebut tersampaikan dengan jelas dan melindungi kepentingan kedua pihak. 

Pastikan juga Anda mengelola surat-surat dan dokumen penting bisnis lainnya bersama Privy. Anda dapat menyimpan dan mengelola dokumen digital secara aman dengan layanan Privy. Tak hanya itu, Anda juga bisa menggunakan layanan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi yang resmi dan sah.

Privy Enterprise Plan menawarkan solusi terpercaya untuk kebutuhan pengelolaan dokumen digital Anda. Dengan layanan tanda tangan digital yang terintegrasi, Anda dapat dengan mudah menandatangani, membagikan, dan mengelola dokumen elektronik dalam satu genggaman.

Kunjungi website Privy sekarang untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana membantu bisnis Anda dalam mengelola dokumen dan memastikan semua kewajiban perpajakan terpenuhi. Jangan biarkan urusan perpajakan menghambat pertumbuhan bisnis Anda. Hubungi tim kami dan cobalah free trial untuk mencoba beragam fitur yang dapat mendukung bisnis Anda!

  • Lusita Amelia

    Melalui gaya penulisannya yang kreatif dan informatif, Lusita Amelia telah membantu banyak pembaca memahami berbagai topik seputar teknologi.

Tinggalkan Balasan