Literasi digital adalah kunci penting untuk perlindungan diri dari penipuan online. Kelola dokumen elektronik dengan platform profesional & tepercaya. Era serba digital memang menawarkan banyak sekali kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun sekaligus memberikan banyak tantangan, khususnya dalam bidang keamanan siber.
Maka penggunaan teknologi digital sebaiknya dibarengi dengan pemahaman literasi digital. Pemahaman literasi digital adalah kunci untuk mengantisipasi berbagai risiko dan ancaman yang ada.
Risiko Akibat Rendahnya Literasi Digital
Ada beberapa risiko yang dihadapi jika tak mempunyai pemahaman literasi digital secara menyeluruh. Terutama dalam penggunaan dokumen elektronik yang kini mulai banyak dipakai dalam beragam aktivitas pekerjaan.
Berikut beberapa risiko akibat rendahnya literasi digital:
1. Pencurian Data Pribadi
Saat ini dokumen pribadi seperti KK atau KTP yang dikirimkan dalam bentuk digital melalui berbagai platform online. Dokumen pribadi yang dikirim dengan menggunakan platform yang tak aman atau disimpan dengan sembarangan bisa berisiko pada pencurian data pribadi.
Data tersebut bisa digunakan untuk tindak penipuan. Misalnya, pembukaan rekening bank palsu atau pengajuan pinjaman secara online tanpa diketahui pemilik yang sah.
Pencurian data pribadi juga memungkinkan pelaku untuk mengakses jejak digital dan mengetahui informasi pengguna. Informasi tersebut bisa disalahgunakan untuk penipuan atau tindak kejahatan lainnya.
2. Mudah Terpengaruh Berita Hoax
Risiko rendahnya pemahaman literasi digital adalah pengguna yang lebih mudah untuk terpapar dan terpengaruh berita yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penyebab utamanya adalah karena umumnya pengguna tak menyaring terlebih dahulu informasi yang diperoleh.
3. Rentan Kejahatan Siber
Risiko lainnya adalah rentan terjadi kejahatan siber. Misalnya, serangan ransomware yang terjadi ketika dokumen penting dienkripsi oleh peretas dengan menggunakan ransomware. Serangan ini membuat file tak bisa dibuka dan dimanfaatkan untuk meminta sejumlah uang tertentu.
Banyak sekali dokumen elektronik yang dikirim dengan menggunakan WhatsApp atau email dalam bentuk file tagihan, apk, hingga kurir paket palsu yang isinya malware.
4. Pemalsuan Data dan Dokumen
Rendahnya literasi penggunaan digital juga berisiko pada tindak pemalsuan data dan dokumen digital. Banyak pengguna yang memiliki pemahaman tentang keamanan file yang rendah sehingga memudahkan pelaku kejahatan untuk melakukan perubahan pada sertifikat, isi kontrak, dan isi dokumen legal lainnya.
Penggunaan tanda tangan gambar biasa (dengan tempel foto ttd) pada dokumen digital penting juga masih banyak dilakukan. Padahal hal tersebut sangat berisiko dipalsukan dibandingkan menggunakan tanda tangan elektronik yang sudah tersertifikasi.
5. Kerugian Secara Finansial dan Hukum
Risiko yang terakhir adalah mengalami kerugian secara finansial seperti kehilangan dana atau kerugian ekonomi dalam jumlah yang besar karena penyalahgunaan data pribadi.
Banyak perusahaan yang terkena masalah hukum karena penyalahgunaan data pribadi dalam tindak kejahatan penipuan berbasis dokumen digital.
Peran Literasi Digital dalam Keabsahan Dokumen
Literasi digital adalah hal yang sangat penting untuk menjamin keaslian sebuah dokumen (validitas dokumen), otentikasi, dan keamanan penggunaan dokumen digital. Di tengah maraknya penggunaan dokumen digital dalam berbagai bidang kehidupan, memiliki kemampuan literasi teknologi digital akan sangat membantu setiap individu untuk membedakan dokumen yang asli dan palsu.
Literasi penggunaan dokumen digital bisa berguna sebagai filter untuk memastikan semua dokumen yang diterima, dikelola, serta dikirim secara digital mempunyai keabsahan yang otentik dan aman.
Beberapa peran penting literasi digital dalam keabsahan sebuah dokumen digital:
- Menilai kredibilitas sebuah dokumen digital, mengenali tanda dokumen yang dipalsukan, mengevaluasi sumber dokumen resmi atau dari pihak yang tak bisa dipertanggungjawabkan
- Mampu memahami validitas dari sebuah tanda tangan digital dan sertifikat elektronik yang diakui sah secara hukum
- Bisa mengidentifikasi sebuah tautan atau email palsu yang dikirim dengan tujuan pencurian data dan dokumen pribadi
- Memanfaatkan penggunaan password dan enkripsi untuk memberikan perlindungan dokumen digital penting sekaligus melakukan backup data secara berkala
- Bisa memberikan pemahaman yang menyeluruh mengenai beragam aturan penggunaan dokumen digital, seperti legalitas dokumen digital dan UU ITE.
- Pengguna digital juga bisa mengetahui bagaimana cara mengatur privasi dan jejak digital yang dimilikinya sehingga dokumen yang bersifat sensitif serta penting tak tersebar luas secara ilegal
Contoh Penerapan Literasi Digital dalam Keabsahan Dokumen
Dengan menerapkan literasi digital dalam keabsahan sebuah dokumen digital, pengguna bisa mendapatkan beragam manfaat yang dimilikinya. Beberapa contoh penerapan literasi dokumen digital diantaranya adalah:
1. Membedakan TTE (Tanda Tangan Elektronik) Biasa dan Tersertifikasi
Pengguna bisa membedakan mana jenis tanda tangan elektronik yang biasa atau yang sudah tersertifikasi. TTE yang biasa hanya berupa gambar tanda tangan yang di-scan dan mempunyai tingkat keamanan yang rendah.
Sedangkan untuk TTE yang sudah tersertifikasi hanya dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Indonesia. TTE tersertifikasi dibuat dengan teknologi kriptografi asimetris untuk menjamin keasliannya.
Penerapan TTE yang tersertifikasi bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi TTE resmi dan bersertifikasi seperti Privy. Penggunaannya untuk menandatangani dokumen digital penting, bukan hanya sekedar menempelkan gambar TTD pada sebuah dokumen.
2. Memahami Kekuatan Hukum dari Sebuah Dokumen Digital
Literasi digital membantu pengguna memahami kekuatan hukum sebuah dokumen elektronik. Pengguna dapat mengetahui apakah dokumen digital yang dimilikinya telah memenuhi syarat dan sesuai dengan hukum yang berlaku.
Penggunaan TTE tersertifikasi menjadi salah satu aspek yang memberikan kekuatan hukum pada sebuah dokumen digital. Teknologi TTE tersertifikasi dapat mengidentifikasi siapa yang menandatangani dokumen dan meninjau apakah ada perubahan pada dokumen.
Selain TTE tersertifikasi, pengguna juga dapat menggunakan e-meterai untuk dokumen penting seperti kontrak atau perjanjian. Penggunaan TTE tersertifikasi dan e-meterai dapat Anda gunakan melalui platform resmi seperti Privy.
3. Batasan Penggunaan dan Penyebaran Dokumen Digital
Literasi digital membantu pengguna memahami apa saja batasan penggunaan dan penyebaran dokumen elektronik. Pengguna yang teredukasi akan memahami bahwa dokumen-dokumen pribadi, terutama yang penting, tidak boleh disebarluaskan sembarangan.
Misalnya, pengiriman dokumen pribadi seperti KTP dan Kartu Keluarga dalam bentuk digital perlu dilakukan dengan hati-hati. Pastikan platform atau tujuan pengiriman dokumen adalah pihak yang tepercaya dan tidak akan menyalahgunakan dokumen.
Dengan kata lain, pengguna perlu berhati-hati dan tidak asal upload dokumen-dokumen digital ke sembarang platform. Jika diperlukan, sensor bagian-bagian dokumen yang ingin dikirim secara digital agar data-data penting tidak tersebar.
Perkuat Keabsahan Dokumen Elektronik dengan Privy
Menggunakan tanda tangan elektronik di era serba digital seperti saat ini bukan hanya tentang menempelkan gambar tanda tangan saja, namun untuk membangun fondasi hukum dari keabsahan dokumen digital yang kuat.
Tingkatkan keamanan literasi digital Anda dan mulai transaksi yang aman dengan tanda tangan digital yang tersertifikasi resmi di Privy. Privy adalah PSrE resmi yang telah terdaftar dan resmi diakui oleh Komdigi.
Privy telah dipercaya oleh lebih dari 73 juta pengguna dan membantu pengelolaan lebih dari 153 juta dokumen secara aman. Anda dapat memanfaatkan berbagai layanan yang ada di Privy, antara lain:
- Tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi.
- e-Meterai resmi.
- Verifikasi identitas dan deteksi penipuan.
- Verifikasi dokumen online.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Hubungi Privy sekarang dan coba solusi digital yang terpercaya!
Frequently Asked Questions
Apa pentingnya literasi digital di era serba digital ini?
Literasi digital adalah hal yang sangat penting untuk membantu pengguna dalam melindungi data pribadi dan menjaga privasi agar terhindar dari aksi kejahatan digital lainnya.
Sebutkan apa saja dampak positif dari adanya literasi digital?
Dengan literasi digital, seseorang akan mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak sehingga bisa menciptakan komunikasi serta interaksi yang lebih baik.
Apa saja bentuk penerapan literasi digital?
Memahami perbedaan tanda tangan elektronik tersertifikasi dan tidak, mengetahui kekuatan hukum dari sebuah dokumen digital, dan memahami batasan penggunaan serta penyebaran dokumen elektronik.
Bagaimana cara membangun literasi digital?
Mulai dari mengedukasi diri melalui sumber-sumber tepercaya untuk memahami pentingnya keamanan digital. Terapkan aktivitas digital yang aman dan lakukan cross-check ketika akan mengirim dokumen elektronik.
