Banyak orang yang masih merasa kebingungan saat memilih antara barcode dan QR code, terutama dalam proses validasi identitas yang saat ini umum dilakukan secara digital.
Untuk mengatasi hal tersebut, tentu sangat penting bagi pengguna untuk memahami perbedaan barcode dan QR code guna mengetahui secara mendalam apa saja yang membedakan di antara keduanya, terutama dalam hal keamanan.
Barcode maupun QR code memiliki fungsi khusus dalam menghubungkan data. Namun, terdapat salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara barcode dan QR code, yaitu dari aspek keamanan.
Pahami lebih lanjut pada pembahasan di bawah ini!
Perbedaan Aspek Keamanan Barcode dan QR Code dalam Validasi Identitas
Validasi identitas diperlukan dengan tujuan agar informasi dan data identitas pengguna terjaga keamanannya dan terhindar dari penyalahgunaan. Berikut beberapa perbedaan barcode dan QR code jika dilihat dari aspek keamanan dalam proses validasi identitas.
1. Struktur Data
Dari segi struktur data, perbedaan cukup mencolok terlihat dari barcode dan QR code, apalagi jika membicarakan tentang tingkat keamanan di antara keduanya. Untuk barcode sendiri, struktur data yang membentuk hanya berupa karakter dan data dengan bentuk garis-garis vertikal yang tersusun sejajar.
Dari segi bentuknya, bisa dipastikan jika data yang tersimpan dalam barcode memiliki keterbatasan, yang membuatnya cukup rentan untuk disalin dan ditembus. Bahkan tidak menutup kemungkinan mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan.
Hal yang cukup berbeda terlihat dari struktur data yang dimiliki oleh QR code. QR code diketahui bentuk data dan karakter dalam bentuk yang lebih rumit, perpaduan antara vertikal dan horizontal, yang membuatnya lebih susah untuk ditiru dan ditembus.
Tidak hanya itu saja, jika terdapat beberapa bagian yang mengalami kerusakan, QR code masih tetap berfungsi. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi QR code.
2. Kapasitas Penyimpanan Data
Perbedaan barcode dan QR code yang selanjutnya terletak pada kapasitas penyimpanan datanya. Barcode dengan bentuknya yang linear dan sederhana hanya mampu untuk menyimpan data dengan kapasitas penyimpanan yang minim.
Dengan kapasitas data yang terbilang minim, barcode dinilai tidak sesuai untuk keperluan validasi identitas pribadi. Hal ini penyimpanannya karena rawan dibobol, terlalu mudah untuk ditiru dan disalin.
Berbanding terbalik dengan QR code yang memiliki kapasitas penyimpanan data yang cukup besar. QR code dapat menyimpan berbagai macam karakter, teks, URL hingga data dalam jumlah banyak.
Selain itu, dari keamanannya sendiri QR code dapat diandalkan. Sewaktu proses pemindaian, data yang termuat akan terus menerus berganti sehingga tidak mudah untuk ditiru.
3. Risiko Keamanan
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, barcode memiliki kapasitas penyimpanan data karakter yang cukup kecil. Hal ini membuat barcode menjadi cukup mudah untuk diretas, diduplikasi hingga disalin sehingga memiliki kecenderungan risiko keamanan yang cukup tinggi.
Barcode juga menerapkan static code, di mana kode yang tercantum dapat digunakan secara berulang kali. Hal ini menjadikan barcode rentan akan penggandaan dan penyalinan yang berpotensi untuk disalahgunakan.
Sementara itu, QR code mengaplikasikan sistem dynamic code yang membuatnya cukup tangguh dari risiko keamanan seperti duplikasi dan penyalinan.
Dynamic code memastikan jika setiap kode yang digunakan selama pemindaian akan berganti dan berubah-ubah seiring bergantinya waktu. Dengan demikian risiko keamanan yang dapat terjadi bisa dihindari dan diminimalkan.
4. Integrasi dengan Sistem Verifikasi Identitas Modern
Perbedaan barcode dan QR code terlihat integrasi keduanya dengan teknologi verifikasi identitas modern saat ini. Untuk barcode, sistem pemindaiannya memiliki keterbatasan untuk diintegrasikan dengan teknologi verifikasi identitas modern.
Hal ini dikarenakan beberapa faktor seperti kecilnya kapasitas penyimpanan data yang dimiliki hingga tidak tersedianya sistem enkripsi data.
Sementara itu, QR code cukup bisa diandalkan karena kemampuannya untuk diintegrasikan dengan berbagai macam teknologi verifikasi identitas modern. Misalnya, multi-factor authentication yang mengharuskan pengguna menggunakan beberapa cara tertentu agar dapat mengakses ke dalam sistem atau akun.
5. Kemampuan Menyimpan Hash Kriptografi dan TTE
Keamanan tanda tangan elektronik (TTE) TTE pada QR code bukan hanya berkaitan dengan keaslian penerbitnya, tetapi juga dengan keutuhan data yang diwakilinya.
QR code mampu menyimpan TTE untuk seluruh informasinya, sehingga memastikan bahwa setiap data yang ada di dalamnya tetap terjaga dan tidak dapat dimanipulasi.
Apabila ada upaya untuk mengubah informasi dalam QR code dengan maksud menipu identitas, proses verifikasi akan gagal pada saat pemindaian dilakukan oleh hash dan TTE.
Sementara itu, barcode tidak dilengkapi dengan sistem pemeriksaan yang sehandal QR Code. Salinan yang dimodifikasi secara ilegal pun akan jauh lebih sulit untuk dikenali. Akibatnya, barcode kurang tepat digunakan sebagai metode validasi identitas.
6. Kesesuaian untuk Proses Verifikasi Identitas Online
Kepatuhan terhadap prosedur verifikasi identitas online mengharuskan adanya metode yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman.
Dalam hal keamanan, QR code menunjukkan tingkat ketahanan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan barcode. Karena keterbatasan data yang dapat disimpan dalam barcode, informasi menjadi mudah untuk dipalsukan dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan verifikasi identitas.
Sebaliknya, QR code mampu menyimpan data terenkripsi yang kompleks, termasuk indikator yang memberikan tingkat verifikasi yang dibutuhkan. Dengan memanfaatkan teknologi QR code yang canggih ini, proses verifikasi identitas dapat memenuhi persyaratan regulasi yang ketat. Teknologi ini pun dapat mencegah upaya penipuan identitas pada saat verifikasi.
Keamanan QR code tidak berdiri sendiri, melainkan bergantung pada sistem verifikasi, enkripsi, dan audit trail yang mendukungnya.
Permudah Proses Verifikasi Identitas Bersama Ekosistem Privy
Berbicara mengenai validasi identitas, Privy menawarkan proses validasi identitas yang lancar dan kredibel.
Layanan Privy berusaha untuk menyatukan pengalaman pengguna yang lebih mudah dalam bidang keamanan. Dengan kemampuan verifikasi digital yang kuat berkolaborasi dengan sistem pertahanan AI dengan tujuan mencegah terjadinya penipuan identitas.
Layanan verifikasi digital Privy juga sudah terintegrasi dengan data identitas digital, tanda tangan elektronik yang tersertifikasi dan penerbitan sertifikat elektronik yang sah. Berikut layanan verifikasi identitas online dari Privy:
- Tanda tangan pelanggan secara elektronik yang tersertifikasi dan legal.
- Verifikasi biometrik dengan metode pengenalan wajah untuk memastikan pengguna adalah orang yang sama dengan data identitasnya.
Privy telah dipercaya oleh lebih dari 65 juta pengguna terverifikasi dan 155.000+ perusahaan yang menjadi pelanggan. Hanya butuh 1 menit saja, Anda sudah bisa menandatangani dokumen elektronik. Privy memastikan dokumen Anda aman, sah, dan mudah dikelola.
Mengapa Pilih Privy?
- Legalitas Terjamin: Tanda tangan elektronik Privy dilengkapi Sertifikat Elektronik yang diakui oleh pemerintah.
- Keamanan Tingkat Tinggi: Data Anda dilindungi dengan teknologi enkripsi canggih.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses administrasi lebih cepat tanpa mengurangi legalitas.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Hubungi Privy sekarang!
Frequently Asked Questions
- Mengapa barcode dianggap kurang aman untuk verifikasi identitas?
Barcode memiliki batasan pada kapasitas data dan mudah untuk disalin, sehingga rentan untuk ditembus atau disalin.
- Bagaimana QR code menurunkan risiko keamanan dari penggandaan?
QR code menggunakan sistem kode dinamis yang terus berubah seiring waktu, berbeda dengan kode statis pada barcode.
- Apa kelebihan struktur data QR code jika dibandingkan dengan barcode?
Struktur QR code lebih kompleks sehingga lebih sulit untuk ditiru, dan masih dapat berfungsi meskipun mengalami kerusakan sebagian.
- Mana yang lebih baik untuk verifikasi identitas antara barcode dan QR code?
QR code lebih unggul karena memiliki sistem keamanan yang lebih baik, kode dinamis, dan kapasitas penyimpanan data yang lebih besar.
Referensi:
https://www.kiosbarcode.com/blog/barcode-vs-qr-code-di-id-card/
https://me-qr.com/id/page/blog/verification-of-documents-with-qr-codes
