Verifikasi Dokumen Elektronik sebagai Fondasi Keamanan Bank Digital

bank digital terbaik

Verifikasi dokumen digital menjadi pondasi penting untuk menunjang keamanan produk atau layanan keuangan, termasuk pada operasional bank digital. Verifikasi dokumen digital menjadi pondasi penting untuk menunjang keamanan produk atau layanan keuangan. Bank digital mengandalkan verifikasi dokumen ini untuk memastikan identitas pihak terkait, mencegah fraud, dan menyesuaikan regulasi yang berlaku. 

Pelajari lebih lanjut peran dan tantangan verifikasi dokumen pada bank digital pada pembahasan berikut ini.

Peran Verifikasi Dokumen dalam Keamanan Bank Digital

Berikut peran penting verifikasi dokumen dalam membangun keamanan bank digital:

1. Menjaga Keamanan Data Sensitif

Keamanan adalah aspek penting dalam layanan keuangan digital. Bank digital menyimpan aset dalam jumlah banyak dan data-data sensitif. Verifikasi dokumen yang ketat bisa mencegah penyalahgunaan identitas, fraud, money laundry, dan berbagai risiko lainnya.

2. Melancarkan Operasional Tim

Dengan verifikasi dokumen, data dari nasabah bisa dipastikan sah yang pada akhirnya melancarkan operasional tim. 

Bank digital perlu memeriksa dokumen tertentu dari calon nasabah agar bisa melanjutkan pemberian pinjaman. Dokumen ini bisa dari rekening koran, slip gaji, laporan keuangan, dan data penduduk.

3. Memastikan Validitas Data Nasabah

Verifikasi dokumen bisa memastikan seluruh data calon nasabah itu valid. Pada akhirnya, bank digital bisa memutuskan pengambilan keputusan dengan bijak sesuai dengan standar operasional. 

Tanpa verifikasi dokumen yang memadai, bank digital juga bisa kehilangan kepercayaan.

4. Membangun Digital Trust

Di era teknologi seperti sekarang, digital trust menjadi hal yang penting untuk dibangun dan dijaga oleh bank digital.

Banyak calon pengguna yang riset terlebih dahulu seputar keamanan akses dan perlindungan data. Bank digital terbaik yang menerapkan sistem verifikasi berkualitas, membuat nasabah bisa tahu kalau bank tersebut memang bisa diandalkan.

Tantangan Verifikasi Dokumen pada Layanan Bank Digital

Meskipun berperan krusial dalam layanan bank digital, verifikasi dokumen tetap punya tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi. Pengelolaan dokumen secara digital memang sudah semakin luas diterapkan tetapi manajemen dokumen secara manual tetap masih ada.

Berikut beberapa tantangan yang perlu diantisipasi dalam penanganan dan verifikasi dokumen di bank digital:

1. Investasi yang Kurang Tepat

Bank digital perlu menentukan mana platform yang bisa diandalkan untuk verifikasi dokumen. Pada awalnya, pengadaan sistem verifikasi ini memang butuh dana besar. Tapi untuk ke depannya, perusahaan bisa mendapatkan manfaat besar yang berdampak pada banyak aspek.

2. Keamanan Data Sensitif Pengguna

Verifikasi dokumen bisa saja memiliki risiko perlindungan data pengguna. Dengan mendaftar pada layanan keuangan digital, berarti pengguna memberikan data-data pribadi tertentu. Tanpa data pengguna yang valid, bank digital tidak bisa menyediakan layanan keuangan terhadap mereka.

Sayangnya tidak selalu data yang diberikan oleh nasabah tersebut bisa dipastikan aman. Ada kemungkinan data nasabah bocor ke pihak lain.

3. Ancaman Siber

Maraknya kasus serangan siber menjadi tantangan lainnya. Tidak semua bank digital menerapkan sistem perlindungan mumpuni terhadap serangan siber. 

Bank digital terbaik akan menggunakan teknologi yang canggih dan terbaru supaya bisa mencegah serangan siber secara optimal.

4. Perubahan Budaya Kerja

Jika bank digital mengimplementasikan sistem verifikasi dokumen yang baru, harus cepat beradaptasi agar fungsi verifikasi bisa maksimal. Bank digital harus memahami bagaimana tren dalam verifikasi dokumen dan identitas. 

Jika budaya kerja tidak beradaptasi dengan cepat, verifikasi dokumen masih bisa memiliki celah kesalahan terutama dari segi teknis.

5. Penyesuaian dengan Regulasi

Implementasi verifikasi dokumen pada bank digital juga harus disesuaikan dengan regulasi. Meski bank digital mengandalkan sistem yang begitu canggih dan efektif, akan percuma jika tidak menyesuaikan dengan hukum yang berlaku. Jika diteruskan, hanya akan menimbulkan permasalahan hukum apalagi sampai merugikan pihak tertentu.

Regulasi terkait verifikasi dokumen juga bisa saja berubah dan bank digital harus bisa menyesuaikan sistem dan kebijakan kembali. Meski ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, penerapan verifikasi dokumen digital lebih baik daripada secara manual.

Verifikasi secara manual lebih rentan kesalahan manusia. Jika dikerjakan oleh manusia, ada kemungkinan lalai seperti salah tulis atau pengecekan yang kurang teliti. 

Hampir semua bank digital terbaik mengutamakan verifikasi dokumen secara digital karena lebih efisien dan hemat biaya untuk jangka panjang. Tanpa verifikasi secara digital, bank digital akan susah untuk mendeteksi fraud.

Risiko Operasional Bank Digital Tanpa Verifikasi Dokumen yang Kuat

Tanpa mengandalkan verifikasi dokumen memadai, bank digital harus menghadapi risiko yang serius. Berikut beberapa risiko operasional yang harus dihadapi bank digital jika tidak mengandalkan verifikasi dokumen yang optimal:

1. Kegagalan Sistem

Menggunakan sistem verifikasi yang kurang memadai bisa memicu kegagalan sistem. Sistem manajemen data nasabah yang gagal bisa mengancam data pelanggan. Data tersebut bisa bocor atau disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.

Sistem juga bisa saja meloloskan pihak yang seharusnya tidak berhak akan hal itu. Penjahat siber bisa mendapatkan keuntungan sendiri setelah berpura-pura menjadi pelanggan.

2. Kerugian Finansial

Verifikasi dokumen yang tidak berkualitas juga bisa berdampak pada kerugian finansial. Jika bank digital sudah tidak dipercaya karena pernah kena kasus perlindungan data, jumlah pelanggan bisa menurun. Bank harus membangun reputasi kembali setelah kasus tersebut.

Membangun citra positif tidak mesti sukses dan terkadang butuh waktu lama. Jika reputasi tidak kembali juga, bank bisa mengalami ancaman kerugian yang serius.

3. Hambatan karena Hukum

Operasional bank digital bisa terganggu signifikan jika terkena masalah hukum. Bukan hanya citra saja yang terancam, tapi keberlangsungan bank digital tersebut. Dari segi hukum, konsekuensinya bisa berbeda tergantung jenis kasusnya.

Begitu juga dengan skala kerusakan yang disebabkan oleh verifikasi dokumen kurang memadai. Jika skalanya besar dan meluas, konsekuensi hukumnya bisa lebih serius. 

Maka dari itu, bank digital terbaik biasanya selektif dalam mencari platform atau layanan untuk verifikasi dokumen.

Verifikasi Dokumen Digital Lebih Mudah dan Aman Bersama Privy

Melakukan verifikasi dokumen digital memang penuh tantangan. Tanpa sistem yang memadai, sistem verifikasi bisa kurang efektif atau bahkan gagal sama sekali yang bisa berujung pada kerugian finansial dan konsekuensi hukum. Untuk mencegahnya, andalkan solusi Privy untuk melindungi dokumen digital dan identitas pelanggan secara optimal.

Privy menyediakan solusi komprehensif untuk memastikan integritas dokumen dengan verifikasi identitas, e-meterai, dan tanda tangan elektronik. Anda dapat memanfaatkan teknologi verifikasi identitas agar tidak ada identitas palsu yang lolos. Privy mengombinasikan pemindaian OCR, deteksi liveness, dan integrasi ke database Dukcapil.

Dalam sekali berlangganan, Anda bisa mendapatkan akses ke manajemen tanda tangan elektronik tersertifikasi tanpa batas maupun biaya tambahan. Semua yang Anda butuhkan untuk verifikasi dokumen digital berada dalam genggaman, baik dalam aplikasi mobile maupun versi web.

Serahkan urusan pengelolaan dokumen pada solusi verifikasi dokumen Privy untuk pengelolaan dokumen yang aman dan efisien. Hubungi Privy sekarang!

Tinggalkan Balasan