Semakin sering Anda beraktivitas secara online, semakin banyak jejak digital termasuk identitas Anda. Identitas digital harus dijaga dengan baik untuk melindungi diri dari cyber fraud. Cyber fraud ini memanfaatkan data Anda yang terekspos secara digital untuk mengambil hak yang tidak seharusnya didapatkan.
Simak lebih lanjut penjelasan peran dan mekanisme identitas online untuk perlindungan terhadap cyber fraud.
Cyber Fraud, Ancaman Utama Keamanan Digital
Begitu beragam perilaku cyber fraud yang sering ditemukan sekarang. Mulai dari pemanfaatan data yang dicuri untuk login akun, rekayasa penyamaran atau social engineering dan banyak lagi. Lalu, apakah ancaman tersebut tidak bisa ditanggulangi?
Tentu saja sangat bisa. Di balik semakin berbahayanya ancaman siber, perlindungan data digital juga semakin canggih. Misalnya, verifikasi identitas yang ketat untuk memastikan akses yang sah.
Meski ada tools atau fitur yang bisa efektif memastikan identitas pengguna, Anda tetap perlu melakukan langkah-langkah pencegahan. Jika Anda terkena serangan cyber fraud, data Anda bisa disalahgunakan hingga kehilangan uang.
Dalam layanan perbankan, cyber fraud bisa sering terjadi baik itu melalui serangan malware, phishing dan banyak lagi. Korban bisa kehilangan dana di rekening mereka karena transaksi yang dilakukan pihak lain.
Bukan hanya berbahaya untuk individu, tapi target cyber fraud bisa ke perusahaan dan kerugiannya lebih serius dari korban individu. Bukan hanya rugi karena finansial atau data yang dicuri, pelanggan bisa pergi dan tidak percaya lagi karena perusahaan terserang cyber fraud.
Maka dari itu, penting untuk perusahaan yang menyediakan layanan digital, menyempurnakan akses otorisasi, autentikasi dan sejenisnya.
Peran Identitas Digital dalam Pencegahan Fraud
Identitas digital punya peran krusial untuk mencegah cyber fraud. Inilah informasi data pengguna yang saling terintegrasi untuk memastikan akses sah ke sistem atau layanan digital. Perpaduan data individu yang tersimpan secara digital bisa menciptakan catatan yang bisa memverifikasi identitas.
Misalnya nama lengkap sesuai kartu identitas bisa terintegrasi dengan alamat email, nomor handphone, username dan sebagainya. Dalam proses autentikasi, identitas online ini punya fungsi yang sangat penting.
Berikut ini penjelasan bagaimana verifikasi identitas digital tersebut berperan penting dalam mencegah fraud:
1. Memastikan Keaslian Pengguna
Dalam identitas digital, terdapat data individu secara menyeluruh termasuk data sensitif. Hanya lembaga yang terkait dan berwenang saja yang bisa mengakses data tersebut dalam kondisi tertentu (pihak eksternal).
Sementara untuk akses internal, hanya pengguna yang punya identitas tersebut yang bisa mengakses dan mengelola data online mereka.
Karena seluruh data identitas tersedia secara online, bisa terintegrasi dengan akses ke sistem digital tertentu. Verifikasi identitas bisa dilakukan secara ketat dan cepat bahkan tanpa membutuhkan dokumen fisik apa pun.
Sistem digital bisa lebih pasti hanya membuka akses untuk individu terkait saja bukan pihak eksternal seperti penjahat siber.
2. Mencegah Penggunaan Identitas Palsu
Adanya verifikasi identitas bisa menyesuaikan data pengguna seperti wajah mereka dengan dokumen identitas yang tersimpan pada database resmi. Sekarang, teknologi verifikasi ini sudah semakin canggih sehingga manipulasi terhadap wajah atau dokumen bisa mudah terdeteksi.
Misalkan penjahat siber mengubah visual wajah mereka agar terlihat mirip dengan individu target, itu tidak akan berhasil atau tidak bisa lolos dari deteksi AI. Identitas seseorang tidak akan bisa dipakai pihak lain untuk buka akun, login, melakukan transaksi atau akses lainnya.
3. Mengurangi Risiko Akses Tidak Sah
Karena akses yang tidak sah, ada banyak dampak yang harus dihadapi dan terkadang begitu serius. Identitas digital berperan untuk menghindari risiko yang merugikan pengguna tersebut. Meski data tertentu milik pengguna dicuri atau diakses penjahat siber, akses ke sistem tidak 100% bisa dilakukan.
Misalnya dengan teknologi biometrik dan two-factor authentication yang bisa meningkatkan perlindungan akun meski ada data yang tercuri. Jadi misalkan password Anda diketahui oleh pelaku, mereka harus lolos dari verifikasi biometrik terlebih dahulu yang jauh lebih susah untuk dibobol.
4. Deteksi Dini Fraud dengan IAM
Data digital Anda juga bisa dimanfaatkan untuk antisipasi fraud melalui deteksi dini. Identity and Access Management atau IAM bisa diandalkan untuk mengatur data identitas dan akses user ke sumber daya digital. Tindakan fraud itu ada tanda-tandanya dan sistem IAM bisa mendeteksinya agar pengguna bisa lebih bersiap.
Perilaku tidak wajar yang bisa terdeteksi, misalnya akses melalui negara lain, withdraw dana dengan nominal besar, dan login-logout terus menerus. Dalam menjalankan fungsinya, mekanisme IAM membutuhkan data user digital. Selanjutnya IAM bisa memberi izin kepada user yang berhak dan memantau aktivitas user tersebut.
Untuk memperkuat keamanan, beberapa IAM didesain dengan MFA atau autentikasi multi faktor. Jadi, tidak hanya satu saja data autentikasi yang dipakai tapi ada beberapa agar identitas user lebih pasti terverifikasi.
Mekanisme Kerja Identitas Digital dalam Keamanan Siber
Bagaimana identitas/data pengguna digital bisa meningkatkan keamanan siber? Simak mekanisme kerjanya di bawah ini:
1. Autentikasi & Otorisasi
Password adalah salah satu metode autentikasi populer tapi harus disempurnakan karena masih cukup lemah. Meski penjahat siber berhasil mengakses password, mereka tidak bisa mendapatkan akses jika tidak lolos proses autentikasi dan otorisasi lanjutan.
Sekarang, sudah semakin banyak platform yang mengandalkan verifikasi biometrik baik itu face detection atau fingerprint reader.
Kombinasi autentikasi lanjutan dan otorisasi bisa membuat akses tidak sah semakin mustahil dilakukan. Dalam lingkup perusahaan, manajemen identitas/otorisasi profesional bisa dimanfaatkan untuk membagi akses departemen terhadap sumber daya perusahaan.
2. Analisis Perilaku Pengguna
Berbagai jejak pengguna yang terekam atau terekspos secara digital akan tersimpan yang pada akhirnya membentuk identitas digital yang mendalam. Jejak pengguna yang dimaksud yaitu riwayat login, tipe aktivitas di platform, jenis perangkat dan data geografis. Semua itu dikumpulkan untuk menjadi basis dalam mendeskripsikan suatu akun pengguna.
Semisal ada aktivitas mencolok yang berbeda signifikan dengan pola normal akun, sistem bisa menganalisisnya lalu melakukan tindakan pencegahan tertentu. Maka dari itu, aplikasi e-commerce yang biasa Anda gunakan kadang butuh verifikasi tambahan terutama setelah melakukan aktivitas tidak wajar.
3. Deteksi Aktivitas Mencurigakan
Semisal memang ada aktivitas yang terdeteksi tidak biasa atau mencurigakan, maka sistem bisa antara meminta data tambahan atau menolak segera. Setelah penolakan akses, sistem biasanya menyarankan pengguna untuk menghubungi CS agar akses bisa kembali dibuka.
Contoh sederhananya saat Anda lupa password lalu input password berkali-kali karena begitu banyak opsi yang ingin dicoba. Beberapa platform mungkin mendeteksi itu sebagai perilaku mencurigakan. Apa lagi jika aktivitas login tersebut dilakukan menggunakan perangkat atau jaringan berbeda yang bisa terdeteksi melalui deteksi IP address.
5. Pengelolaan & Akses Identitas yang Aman dengan IAM
Keberadaan IAM sangat krusial untuk mengelola data identitas dan akses ke sistem. Keseluruhan riwayat atau aktivitas identitas tersimpan pada sistem IAM. IAM mampu memastikan hak akses hanya diberikan kepada user yang berwenang saja.
Layanan digital ini juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan audit. Jika ada penyalahgunaan data identitas, bisa dipelajari dengan mudah dan cepat melalui manajemen akses (IAM).
Kelola Identitas Digital Lebih Aman & Mudah Bersama Privy
Untuk mengelola identitas atau data digital lebih aman, Anda bisa mengandalkan Privy. Privy sebagai PSrE resmi, menyediakan solusi verifikasi identitas aman yang mudah digunakan. Identitas digital bisa diverifikasi secara aman dengan adanya tanda tangan tersertifikasi dan sistem verifikasi identitas optimal yang disediakan oleh platform Privy.
Privy telah dipercaya oleh lebih dari 65 juta pengguna terverifikasi dan 155.000+ perusahaan yang menjadi pelanggan. Hanya butuh 1 menit saja, Anda sudah bisa menandatangani dokumen elektronik. Privy memastikan dokumen Anda aman, sah, dan mudah dikelola.
Mengapa Pilih Privy?
- Legalitas Terjamin: Tanda tangan elektronik Privy dilengkapi Sertifikat Elektronik yang diakui oleh pemerintah.
- Keamanan Tingkat Tinggi: Data Anda dilindungi dengan teknologi enkripsi canggih.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Proses administrasi lebih cepat tanpa mengurangi legalitas.
Ingin mengetahui lebih lanjut? Hubungi Privy sekarang!
