{"title":"Transformasi Digital di Industri Finansial","content":"\r\nSeiring dengan berkembangnya teknologi dan maraknya penggunaan smartphone, perusahaan dari berbagai industri kini berlomba-lomba melakukan transformasi digital, termasuk di antaranya berbagai institusi finansial. Transformasi digital ini juga dilakukan guna memanfaatkan pesatnya pertumbuhan teknologi informasi di Indonesia.\r\n\r\n\r\n\r\nImplementasi teknologi informasi terhadap transaksi finansial kerap disebut financial technology (fintech) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut tekfin. Bukan hanya institusi finansial yang sudah lama berdiri, fintech juga marak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan rintisan (startup). Startup fintech di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hingga bulan Desember 2017 saja, Asosiasi Fintech Indonesia mencatat ada sebanyak 235 perusahaan fintech yang bergerak di Indonesia.\r\n\r\n\r\n\r\nBegitu cepatnya pertumbuhan ini hingga startup fintech dinilai mampu menyaingi insitusi finansial konvensional, seperti bank, yang telah berdiri sekian lama di Indonesia. Namun, apakah berbagai startup fintech ini akan bisa mengungguli posisi bank konvensional untuk memenuhi berbagai kebutuhan finansial masyarakat Indonesia? Benarkah startup fintech merupakan disruptor, atau pengganggu, bagi industri finansial di Indonesia?\r\n\r\n\r\n\r\nBank Konvensional Sulit Menjangkau Masyarakat Indonesia Secara Keseluruhan\r\n\r\n\r\n\r\nDi negara kepulauan dengan daerah geografis yang luas seperti Indonesia, perlu diakui bahwa bank memang memiliki kesulitan untuk bisa menjangkau seluruh penduduk di negeri ini. Hal ini dibuktikan lewat banyaknya jumlah penduduk Indonesia yang tidak memiliki rekening bank.\r\n\r\n\r\n\r\nMenurut data dari Bank Dunia, di tahun 2013 penduduk Indonesia yang tidak memiliki rekening bank diperkirakan mencapai 64% dari total penduduk.\r\n\r\n\r\n\r\nBahkan\u00a0menurut data terbaru dari World Bank, kepemilikan rekening bank di Indonesia hanya bertambah 13% dalam lima tahun. Namun pada saat yang sama, hampir seluruh penduduk di daerah rural (kurang lebih 85%) sudah memiliki telepon seluler dengan fitur internet. Merekalah yang menjadi target utama para startup fintech untuk membantu mereka mengelola berbagai kebutuhan keuangan dengan mudah.\r\n\r\n\r\n\r\nBank belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang tinggal jauh dari kota \u2013 (Sumber: 123RF)\r\n\r\n\r\nBagi masyarakat di daerah rural, kebutuhan keuangan mereka cenderung lebih\u00a0sederhana dibandingkan masyarakat di daerah perkotaan.\r\n\r\n\r\n\r\nKebutuhan masyarakat di daerah rural cenderung berputar di tabungan, pinjaman kecil, membayar tagihan, dan membeli pulsa. Mereka pun memenuhi kebutuhan keuangan ini dengan cara sederhana seperti membayar tagihan PLN langsung ke kantornya, menabung lewat sistem arisan, dan meminjam uang lewat koperasi.\r\n\r\n\r\n\r\nStartup fintech hadir dalam kehidupan masyarakat ini dengan menjadi pengganti\u00a0sistem keuangan mereka yang tradisional tersebut. Dengan berbagai macam model fintech yang kini hadir, seperti microfinancing, P2P lending service, dan Digital\u00a0Payment System, masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan keuangan mereka dengan cepat dan mudah.\r\n\r\n\r\n\r\nTransformasi Digital di Industri Finansial Menguntungkan Semua Pihak\r\n\r\n\r\n\r\nDengan adanya transformasi digital bagi institusi finansial, semua pihak yang terlibat \u2014 mulai dari pelanggan, pemerintah, hingga penyedia jasa finansial\u2014 akan diuntungkan.\r\n\r\n\r\n\r\nBagi warga negara Indonesia selaku pengguna jasa finansial, pemanfaatan teknologi informasi untuk berbagai kegiatan finansial akan membantu mereka bertransaksi dengan lebih mudah. Proses pembayaran berbagai tagihan tidak perlu lagi terkendala jarak.\r\n\r\n\r\n\r\nAdanya startup fintech yang memberikan permodalan kredit mikro bagi rakyat juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara lebih merata. Digitalisasi jasa finansial juga diyakini akan meningkatkan literasi finansial masyarakat. Tidak berhenti di situ, efisiensi pengajuan kredit bisa ditingkatkan dengan tanda tangan digital.\r\n\r\n\r\n\r\nDengan demikian, masyarakat Indonesia akan semakin terhindar dari jebakan penipuan yang mengakibatkan kerugian ekonomi bagi mereka, seperti skema ponzi misalnya.\r\n\r\n\r\n\r\nTransformasi digital di layanan finansial akan mendorong tumbuhnya ekonomi yang lebih merata serta literasi finansial yang lebih tinggi bagi warga Indonesia.\r\n\r\n\r\nKelebihan lain dari transaksi finansial yang dilakukan secara elektronik adalah seluruh arus keuangan yang tercatat secara digital sehingga mudah untuk ditelusuri.\r\n\r\n\r\n\r\nBerbagai celah untuk tindak kriminal seperti pembiayaan terorisme, pencucian uang, hingga pemalsuan uang pun menjadi lebih mudah untuk dicegah.\r\n\r\n\r\n\r\nSelain itu, pemanfaatan teknologi informasi mendorong terjadinya transaksi yang bisa diselesaikan dengan lebih cepat dalam volume yang lebih besar. Seiring dengan perluasan jaringan internet, bukan tidak mungkin transformasi digital pada industri finansial bisa menjangkau seluruh penduduk Indonesia hingga ke pelosok tanpa terkecuali.\r\n\r\n\r\n\r\nHal ini tentu sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan inklusi finansial warga negara Indonesia untuk mencapai 75% populasi di tahun 2019.\r\n\r\n\r\n\r\nKolaborasi antara bank dan startup fintech akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak.\r\n\r\n\r\nBagi pelaku industri finansial sendiri, baik lembaga-lembaga eksisting seperti bank maupun pemain baru seperti startup fintech, keuntungan dari digitalisasi jasa finansial baru akan terserap secara maksimal bila terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara satu sama lain, karena masing-masing pihak memiliki kekurangan dan kelebihan yang bisa saling mengisi.\r\n\r\n\r\n\r\nMisalnya, bank lebih mapan dalam menjalankan usahanya dengan modal yang besar, nasabah yang sudah banyak, branding, memiliki kantor fisik, dan pengalaman dalam menjalankan prosedur terkait sistem keamanan dan integritas produknya.\r\n\r\n\r\n\r\nDi sisi lain, startup fintech dengan penguasaannya terhadap teknologi informasi dapat mendorong penetrasi pasar yang lebih cepat dan murah melalui ekonomi digital.\r\n\r\n\r\n\r\n\u201cHanya ekonomi digital yang bisa melakukan perubahan dan akselerasi yang cepat. Melalui fintech, kredit pun bisa lebih kencang penyalurannya&#8221; ujar Faisal Basri, seorang pakar ekonomi dari Universitas Indonesia.\r\n\r\n\r\n\r\nPerlunya Kerjasama antara Bank dan Startup Fintech\r\n\r\n\r\n\r\nKehadiran startup fintech yang terkesan disruptif ini memang sering dianggap\u00a0menggantikan posisi bank sebagai lembaga finansial resmi. Tapi, perlu diingat bahwa startup fintech dan bank pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu\u00a0membantu masyarakat mengelola berbagai kebutuhan keuangan mereka agar tercapainya kesejahteraan yang lebih merata.\r\n\r\n\r\n\r\nKarena itu, akan lebih baik jika startup fintech ini tidak dilihat sebagai pesaing utama bank, tapi sebagai entitas yang seharusnya dirangkul oleh bank sebagai salah satu mitra utama untuk memajukan industri finansial Indonesia secara keseuruhan.\r\n\r\n\r\n\r\nKerjasama antara bank dan startup fintech akan mempermudah nasabah dalam mengatur keuangan mereka \u2013 (Sumber: 123RF)\r\n\r\n\r\nDengan bekerjasama dengan startup fintech, bank bisa dengan lebih mudah menjangkau masyarakat yang membutuhkan pinjaman tanpa perlu melalui proses\u00a0yang berbelit-belit. Hal ini pun didukung dengan adanya fakta bahwa masyarakat di daerah rural sudah mulai menggunakan telepon seluler yang dilengkapi dengan fitur dasar internet untuk berkomunikasi.\r\n\r\n\r\n\r\nSelain itu, menurut data dari Indonesia Banking Survey yang diselenggarakan oleh PWC di tahun 2017, pelanggan kini sudah semakin banyak yang bermigrasi dari layanan perbankan di kantor cabang ke digital.\r\n\r\n\r\n\r\nHal ini dibuktikan dengan turunnya jumlah responden yang menjawab bahwa mayoritas transaksi mereka terjadi lewat kantor cabang; dari 75% pada tahun 2015, menjadi 45% pada tahun 2017.\r\n\r\n\r\n\r\nDengan dibantu startup fintech untuk mengoptimalkan layanan perbankan lewat internet, maka bank akan bisa menjangkau lebih banyak lagi masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau oleh layanan bank.\r\n\r\n\r\n\r\nPerubahan perilaku nasabah yang mengarah ke jasa terdigitalisasi tercerminkan di hasil survei ini. &#8211; (Sumber: PWC Indonesia Banking Survey 2017)\r\n\r\n\r\nAdopsi Transformasi Digital di Layanan Finansial dengan Tanda Tangan Digital\r\n\r\n\r\n\r\nWalaupun transformasi digital di industri finansial masih dalam tahap awal pelaksanaan, kini Anda sudah bisa merasakan transformasi digital di dalam urusan menandatangani dokumen dan transaksi. Penggunaan tanda tangan digital dalam layanan finansial ini bisa membantu meningkatkan efisiensi dan kecepatan pelaksanaan transaksi elektronik di institusi perbankan.\r\n\r\n\r\n\r\nTanda tangan digital PrivyID aman dan mengikat secara hukum &#8211; (Doc. PrivyID)\r\n\r\n\r\nKini sudah hadir PrivyID, sebuah startup yang secara khusus memberikan layanan tanda tangan digital yang valid. Dengannya, Anda bisa menikmati beragam manfaat tanda tangan digital yang bisa diutilisasi oleh industri perbankan dan fintech.\r\n\r\n\r\n\r\nPrivyID telah diakui oleh Kominfo sebagai perusahaan yang memiliki otoritas untuk menerima pendaftaran, memverifikasi, dan menerbitkan tanda tangan digital bagi seluruh warga Indonesia. Seluruh tanda tangan digital yang dibuat lewat aplikasi PrivyID memiliki kekuatan dan akibat hukum yang sama dengan tanda tangan manual.\r\n\r\n\r\n\r\nTanda tangan digital di PrivyID juga dibuat dengan teknologi asymmetric cryptography dengan standar keamanan tingkat internasional, yang menjamin data-data dan tanda tangan digital Anda tersimpan secara aman.\r\n\r\n\r\n\r\nSegera daftarkan diri Anda ke PrivyID untuk menikmati pengalaman transformasi digital lewat tanda tangan digital yang bisa membuat seluruh transaksi Anda jadi lebih efisien. Unduh aplikasi PrivyID di iOS App Store dan Google Play Store sekarang juga, atau kunjungi langsung situsnya di privy.id.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n","link":"https:\/\/privy.id\/blog\/transformasi-digital-di-industri-finansial\/","banner":"https:\/\/prod-blog.privy.id\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/memegang-kartu-kredit.jpg","date":"2018-04-11"}