{"title":"Mengenal Jejak Digital, Manfaat, serta Pentingnya untuk Setiap Orang","content":"\nHampir semua orang sudah menggunakan internet untuk kepentingan hiburan dan mencari informasi, sehingga setiap penggunanya pasti mempunyai rekam jejak digital (digital footprints). Ini merupakan rekaman aktivitas para pengguna internet.\n\n\n\nJejak digital bisa menguntungkan ataupun merugikan, tergantung bagaimana rekam aktivitas yang ditinggalkan. Supaya lebih bijak dalam berinternet, kenali apa itu jejak digital, manfaatnya, serta seberapa penting bagi tiap individu.\n\n\n\nApa itu Jejak Digital?\n\n\n\nDigital footprints atau jejak digital adalah rekam aktivitas yang ditinggalkan oleh setiap pengguna internet. Digital footprints bisa berdampak baik, tetapi bisa juga menjadi masalah besar di kehidupan tergantung masing-masing penggunanya.\n\n\n\nTerdapat dua jenis jejak digital, yakni bisa berupa aktif dan pasif. Ini perbedaan serta contohnya masing-masing:\n\n\n\n\nJejak digital aktif adalah rekam jejak aktivitas digital yang dibagikan secara sadar oleh pengunggahnya (pemilik akun). Contoh jejak digital aktif adalah seperti postingan konten media sosial, riwayat interaksi bersama pengguna lain, pemberian ulasan, dan riwayat mengisi survei online.\n\n\n\nJejak digital pasif adalah rekam jejak aktivitas digital yang tidak disadari oleh pengguna. Contohnya riwayat pencarian, mengunjungi situs web yang mengumpulkan IP address lalu dimanfaatkan untuk kepentingan adsense (iklan).\n\n\n\n\nBaca Juga: 7 Manfaat Tanda Tangan Elektronik Untuk Bisnis Serta Implementasinya\n\n\n\nManfaat Jejak Digital\n\n\n\nSetiap pengguna internet, termasuk sosial media pasti memiliki digital footprints, dampaknya bisa berbeda bagi setiap orang. Meskipun demikian, tetap ada manfaatnya. Ini beberapa manfaat jejak digital yang perlu diketahui.\n\n\n\n1. Mengetahui sifat asli seseorang\n\n\n\nDigital footprints dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana sifat asli seseorang. Meskipun terkadang kurang akurat, namun banyak orang dapat diketahui sifat aslinya berdasarkan caranya berinteraksi di internet, jenis kontennya, dan sebagainya.\n\n\n\nItulah mengapa, menggunakan internet perlu berhati-hati karena mempengaruhi perspektif seseorang terhadap diri kita. Misalnya ketika di sosial media sering meninggalkan komentar negatif ataupun membuat konten kontroversial, membuat pengguna lain berasumsi negatif pula akan diri kita.\n\n\n\nSetelah melihat seperti apa sifat seseorang di internet, membuat kita lebih waspada ketika berinteraksi dengan pengguna lain. Ini merupakan pengingat supaya lebih berhati-hati dan tak mudah percaya pada siapapun di dunia maya.\n\n\n\n2. Mempermudah pengembangan bisnis\n\n\n\nTanpa disadari, kita meninggalkan jejak digital pasif selama berselancar di internet. Contohnya, antara lain riwayat pencarian di browser atau aplikasi tertentu, kunjungan ke website, dan meninggalkan likes, share, juga komentar.\n\n\n\nAdanya jejak digital pasif tersebut bermanfaat bagi bisnis, terutama tim pemasaran dalam melakukan personalized marketing. Caranya dengan memanfaatkan cookies untuk memperoleh informasi pribadi, seperti nama, jenis kelamin, umur, riwayat pencarian terakhir, hingga kesukaan.\n\n\n\nContohnya beberapa waktu belakangan Anda sedang mencari produk sepatu untuk mempermudah kegiatan lapangan. Tak lama setelah itu, akan sering muncul iklan sepatu dari berbagai merk dan marketplace, terutama melalui adsense di sosial media.\n\n\n\nBaca Juga: Cara Menjaga Jejak Digital Anda dengan Aman\n\n\n\n3. Pertimbangan sebelum merekrut karyawan baru\n\n\n\nManfaat jejak digital bagi pemilik bisnis\/perusahaan, yaitu mempermudah melakukan background checking sebelum merekrut karyawan baru. Melalui jejak digital, perusahaan dapat mengetahui kepribadian calon karyawan maupun kebiasaannya di dunia maya.\n\n\n\nCara melakukan background checking tidak hanya dari sosial media, beberapa perusahaan tertentu bahkan memantau melalui riwayat aktivitas perbankannya. Biasanya digunakan untuk mengetahui apakah kandidat pernah menunggak tagihan atau tidak, ataupun pernah terlibat riwayat aktivitas keuangan mencurigakan.&nbsp;\n\n\n\nDampak Buruk Jejak Digital\n\n\n\nSelain manfaatnya, jejak digital juga memiliki dampak buruk. Memahami dampak ini dapat membantu Anda lebih berhati-hati dalam menggunakan internet dan menjaga keamanan informasi pribadi. Berikut beberapa dampak buruk jejak digital yang perlu Anda ketahui.\n\n\n\n1. Pencurian Data dan Informasi Pribadi\n\n\n\nJika Anda sering membagikan data atau informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, nomor rekening, nomor KTP, dan informasi pribadi lainnya di internet, kemungkinan pencurian data pribadi Anda akan lebih besar. Pelaku kejahatan akan lebih mudah mendapatkan data-data pribadi Anda dengan menelusuri akun media sosial atau menggunakan cara lainnya karena data pribadi Anda telah tersebar luas di internet. Jadi, Anda harus lebih berhati-hati dalam menyebarkan data atau informasi pribadi di internet.\n\n\n\n2. Berpotensi Disalahgunakan untuk Tindakan Kriminal\n\n\n\nJika Anda memiliki akun media sosial, berhati-hatilah dalam mengunggah konten visual, terutama foto pribadi, karena dapat diedit dan dimanipulasi untuk kejahatan seperti penipuan menggunakan akun palsu. Penggunaan akun palsu semakin marak, dengan modus meminta sejumlah uang kepada relasi atau pengikut dari akun tersebut. Selain akun palsu personal, banyak juga kejahatan yang menggunakan akun palsu yang mengatasnamakan institusi.\n\n\n\nPentingnya Jejak Digital bagi Setiap Orang\n\n\n\nRekam jejak digital sangat penting bagi setiap orang. Sebab, dapat dijadikan sebagai peluang untuk memperoleh kesempatan di dunia profesional, seperti pekerjaan dan pendidikan (beasiswa).&nbsp;\n\n\n\nSelain itu, digital footprints dapat mempengaruhi perspektif seseorang, sehingga berpengaruh pula terhadap reputasi di internet. Apalagi pelacakannya digital footprints semakin mudah berkat teknologi yang semakin canggih, di mana hal tersebut membuat orang lain mudah menemukan informasi apapun tentang diri kita. Dalam hal ini termasuk unggahan konten, riwayat komentar, maupun aktivitas lainnya di internet.\n\n\n\nJejak digital dapat dihilangkan. Caranya dengan menghapus cookies untuk menghentikan aktivitas pelacakan yang dilakukan oleh browser atau situs tertentu, menghapus unggahan negatif, ataupun menghapus akun. Jejaknya mungkin tidak hilang seluruhnya, namun cukup efektif meminimalisir dampak yang dapat merugikan diri sendiri di kemudian hari.&nbsp;\n\n\n\nBaca Juga: Memahami Peraturan Tanda Tangan Elektronik di Indonesia\n\n\n\nContoh Aktifitas Jejak Digital\n\n\n\nAnda sebagai pengguna internet tentunya memiliki banyak aktifitas yang merupakan bagian dari jejak digital. Beberapa contoh aktifitas yang termasuk dalam jejak digital meliputi:\n\n\n\n1. Aktifitas jejak digital di media sosial\n\n\n\nSeperti menggunakan platform media sosial di komputer atau perangkat, masuk ke situs lain dengan menggunakan akun media sosial, berinteraksi dengan teman dan kontak, serta berbagi informasi serta foto.\n\n\n\n2. Aktifitas jejak digital di situs belanja online\n\n\n\nSeperti melakukan transaksi jual beli di situs e-commerce, mendaftar untuk memperoleh kode voucher, serta mengunduh dan memakai aplikasi belanja online.\n\n\n\n3. Aktifitas jejak digital di perbankan online\n\n\n\nSeperti menggunakan aplikasi mobile banking, melakukan transaksi jual beli saham, berlangganan publikasi keuangan, dan membuka rekening kartu kredit.\n\n\n\nBaca Juga: Mengenal Enkripsi End-to-End dan Cara Kerjanya\n\n\n\nCara Menjaga Rekam Jejak Digital\n\n\n\nMembuat reputasi baik di internet sangat penting karena berpengaruh terhadap pandangan orang lain terhadap diri kita. Terapkan cara menjaga rekam jejak digital berikut demi menjaga reputasi baik di dunia maya.\n\n\n\n1. Bijak dalam menggunakan internet\n\n\n\nCara menjaga rekam jejak digital paling penting adalah harus bijaksana dalam menggunakan internet. Ini penting dilakukan demi mencegah kemungkinan buruk terjadi di masa mendatang.\n\n\n\nBerhati-hatilah sebelum berkomentar maupun mengunggah konten. Hindari pula melakukan kejahatan cyber maupun cyber bullying di sosial media, sebab kita tidak tahu akan berhadapan dengan orang seperti apa, serta bagaimana konsekuensinya nanti.\n\n\n\nTidak jarang banyak pengguna internet yang berkomentar ataupun mengunggah konten bersifat negatif banyak menerima hujatan. Inilah alasan sebuah konten maupun komentar dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri bila tak bijak berinternet.\n\n\n\n2. Aplikasikan pengaturan privasi browser\n\n\n\nAktivitas digital tanpa kita sadari dapat terekam ketika mengakses browser, mengunjungi situs, mengisi survei online, dan mencari sesuatu di internet. Ketika melakukan aktivitas di internet, IP address hingga data pribadi lainnya dapat terekam secara otomatis oleh sistem.\n\n\n\nSolusi untuk meminimalisir terekamnya jejak digital tersebut, yakni dengan mengatur ulang privasi browser. Sering-seringlah pula menghapus cookies untuk melegakan memori sekaligus menghentikan aktivitas pelacakan dari browser.\n\n\n\n3. Hapus akun atau unggahan yang berpotensi merugikan diri sendiri\n\n\n\nBerkaitan dengan sikap bijak selama berinternet, membangun citra baik di dunia maya sangat penting terutama bagi kehidupan profesional. Berhasil membangun citra positif, mempermudah Anda memperoleh kesempatan bagus di dunia profesional, khususnya dalam hal pekerjaan dan pendidikan.\n\n\n\nApabila menyadari memiliki rekam jejak internet yang kurang baik atau malah pernah memberikan informasi secara berlebihan di dunia maya, maka cara menjaga rekam jejak digital adalah dengan menghapus akun maupun unggahan yang berpotensi merugikan diri sendiri. Cara ini cukup ampuh meminimalisir terjadinya penyalahgunaan informasi juga menghindari upaya scamming.\n\n\n\nBaca Juga: Mengenal Cyberstalking, Bahaya &amp; Tips Menanganinya\n\n\n\n4. Batasi pelacakan aplikasi\n\n\n\nCara lainnya yang dapat diterapkan untuk menjaga rekam jejak aktivitas digital, yaitu membatasi pelacakan aplikasi. Sering-seringlah menghapus riwayat cookies untuk menghentikan aktivitas pelacakan yang dilakukan oleh browser dan aplikasi.&nbsp;\n\n\n\nOpsi lainnya untuk membatasi pelacakan lewat browser, aktifkan tab incognito (mode penyamaran). Mode incognito dapat menghentikan aplikasi lain melakukan pelacakan apabila diminta oleh pengguna. Misalnya menghapus jejak setelah mengisi survei online dan riwayat pencarian di browser.\n\n\n\n5. Pikirkan baik-baik sebelum mengunggah konten\n\n\n\nHal lain yang perlu dilakukan demi menjaga digital footprints adalah selalu pertimbangkan baik-baik sebelum mengunggah konten maupun berinteraksi dengan pengguna lain. Ingatlah bahwa semua aktivitas yang dilakukan di internet pasti meninggalkan jejak, sehingga perlu bijaksana dalam berinternet.\n\n\n\nPertimbangkan untuk jangka panjang bahwa unggahan yang bersifat negatif atau kontroversial, sewaktu-waktu dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. Jadi sebaiknya, bangunlah citra positif di publik serta menghindari blunder demi kebaikan.&nbsp;\n\n\n\nInternet memang sebuah platform bebas yang dapat diakses oleh siapapun tanpa terkecuali. Meskipun bebas, pastikan tidak membagikan informasi pribadi yang sifatnya penting secara sembarangan karena dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan data.\n\n\n\nUpaya yang dapat dilakukan demi mencegah penyalahgunaan informasi pribadi, bisa melalui Privy untuk melindungi privasi Anda. Melalui Privy, tersedia fasilitas perlindungan identitas digital dan legalitasnya terjamin.&nbsp;\n\n\n\nKetika menggunakan fasilitas tersebut, akan memperoleh sertifikat digital yang secara otomatis terhubung pada identitas pengguna. Sertifikat itulah yang menjadi penjamin keabsahan identitas digital Anda dan digunakan sebagai perlindungan transaksi elektronik sekaligus mencegah penyalahgunaan data.&nbsp;\n","link":"https:\/\/privy.id\/blog\/jejak-digital\/","banner":"https:\/\/prod-blog.privy.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/jejak-digital.jpg","date":"2024-02-29"}