{"title":"12 Contoh Surat Resmi untuk Berbagai Jenis Keperluan","content":"\nSurat resmi atau formal biasanya dituliskan oleh seseorang atau instansi yang ditujukan kepada pihak tertentu. Tujuannya adalah untuk menginformasikan pemberitahuan penting dan mendesak, perizinan atas sesuatu hal, penugasan sebuah pekerjaan, dan masih banyak lagi.&nbsp;\n\n\n\nSebuah pesan dianggap resmi apabila informasi di dalamnya dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Dengan kata lain, seseorang yang menuliskan pesan formal tersebut dipercaya untuk memberikan mandat kepada penerima dan bersifat mengikat. Selain itu, pesan disebut formal juga apabila memenuhi syarat penulisannya.\n\n\n\nApa saja syarat-syarat tersebut? Bagaimana cara membuatnya dan contoh surat resmi? Mari simak penjelasan di bawah ini untuk informasi lebih lanjut!\n\n\n\nBagian-Bagian Surat Resmi\n\n\n\n\n\n\nDalam sebuah surat resmi, umumnya ada beberapa bagian yang perlu dimasukkan, di antaranya:\n\n\n\n1. Kop surat\n\n\n\nKop surat berisikan nama instansi\/lembaga\/organisasi, logo, alamat, telepon, kode pos. Biasanya struktur ini dituliskan pada bagian atas pesan sehingga pembaca bisa segera mengetahui siapa pengirim pesan tersebut. .&nbsp;\n\n\n\n2. Tanggal dan nomor surat\n\n\n\nPesan formal dikeluarkan oleh sebuah lembaga\/organisasi tentunya berdasarkan kesepakatan dan persetujuan beberapa pihak. Dengan demikian, penulisan nomor dan tanggal pada pesan menjadi penting sebagai bukti jumlah surat yang telah dikeluarkan dalam waktu tertentu.&nbsp;\n\n\n\n3. Lampiran\n\n\n\nJika Anda ingin melampirkan sesuatu seperti rincian dana, susunan acara, dan sebagainya, Anda bisa menuliskan lampiran di bagian pertama pesan. Namun, apabila tidak ada, Anda bisa mengosongkan bagian ini.&nbsp;\n\n\n\n4. Nama dan alamat penerima\n\n\n\nAgar pesan tidak salah sasaran, tentunya Anda perlu mencantumkan nama dan alamat penerima. Perlu diperhatikan bahwa alamat pada struktur ini tidak perlu dituliskan secara lengkap.&nbsp;\n\n\n\nAnda bisa tuliskan nama jalan beserta kota tempat tinggal sang penerima saja.&nbsp;\n\n\n\n5. Salam pembuka\n\n\n\nSalam pembuka menjadi bagian penting juga untuk menunjukkan rasa hormat dengan menggunakan bahasa baku dan formal. Salam pembuka dapat berupa \u201cDengan hormat,\u201d; \u201cYang terhormat,\u201d; dsb.&nbsp;\n\n\n\n6. Isi surat\n\n\n\nInti dari sebuah pesan yang dituliskan adalah isi surat. Pada bagian ini, pastikan Anda menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan efektif. Hindari penggunaan kalimat kiasan atau mengandung makna ganda agar tidak terjadi kesalahpahaman.&nbsp;\n\n\n\nStruktur ini biasanya terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup.&nbsp;&nbsp;\n\n\n\n7. Salam penutup\n\n\n\nSebelum mengakhiri pesan, sebuah surat juga perlu diakhiri dengan salam penutup. Salam dapat berupa \u201cHormat kami,\u201d dan sebagainya.&nbsp;\n\n\n\n8. Nama dan tanda tangan\n\n\n\nJangan sampai ketinggalan juga untuk mencantumkan nama dan tanda tangan pada bagian akhir pesan. Tujuannya adalah untuk menginformasikan siapa penulis pesan tersebut.&nbsp;\n\n\n\nSelain itu, struktur terakhir ini juga dapat dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban apabila ada kesalahpahaman dalam penyampaian informasi.&nbsp;\n\n\n\nContoh Surat Resmi untuk Berbagai Keperluan\n\n\n\nContoh-contoh di bawah ini adalah beberapa gambaran penulisan surat formal untuk berbagai keperluan yang bisa Anda coba. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:\n\n\n\n1. Contoh surat resmi perusahaan\n\n\n\n\n\n\nSumber: EKRUT\n\n\n\n2. Contoh surat formal sekolahan\n\n\n\n\n\n\nSumber: Slide Share\n\n\n\n3. Contoh surat undangan resmi\n\n\n\n\n\n\nSumber: Serba Bisnis\n\n\n\n4. Contoh surat panggilan\n\n\n\n\n\n\nSumber: Surat Resmi Net\n\n\n\n5. Contoh surat perintah\n\n\n\n\n\n\nSumber: Scribd\n\n\n\n6. Contoh surat undangan rapat\n\n\n\n\n\n\nSumber: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara\n\n\n\n7. Contoh surat dinas\n\n\n\n\n\n\nSumber: Slide Share\n\n\n\n8. Contoh surat perizinan \n\n\n\n\n\n\nSumber: rangkul teman\n\n\n\n9. Contoh surat formal permohonan kerja sama\n\n\n\n\n\n\nSumber: LezGetReal\n\n\n\n10. Contoh surat pengaduan\n\n\n\n\n\n\nSumber: Academia Edu\n\n\n\n11.&nbsp; Contoh surat edaran\n\n\n\n\n\n\nSumber: Brainly\n\n\n\n12. Contoh surat pemberitahuan resmi\n\n\n\n\n\n\nSumber: Bergaya.ID\n\n\n\nCara Membuat Surat Resmi\n\n\n\nSetelah mengetahui struktur pesan dan contoh-contohnya, kini saatnya untuk Anda mulai mencoba membuat pesan formal. Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat pesan resmi:\n\n\n\n1. Perhatikan struktur kepenulisan\n\n\n\nSeperti yang sudah disebutkan di atas, pesan resmi memiliki struktur penulisan tersendiri yang harus diikuti. Struktur tersebut seperti kepala surat, penulisan tanggal, alamat pengirim dan penerima, salam pembuka, isi surat, salam penutup, dan tanda tangan pengirim.\n\n\n\n2. Pastikan alamat pengirim dan penerima tertulis dengan benar\n\n\n\nSetelah sudah menuliskan bagian pertama struktur pesan, pastikan bahwa nama dan alamat penerima dalam surat resmi tersebut sudah dituliskan dengan benar dan tepat. Tujuannya adalah agar informasi yang disampaikan tepat sasaran.\n\n\n\n3. Cantumkan nomor dan tanggal pesan\n\n\n\nBagian yang tidak kalah penting untuk dicantumkan adalah nomor dan tanggal pesan. Anda bisa meminta bagian administrasi atau sekretaris untuk memberikan nomor surat resmi tersebut. Hal ini lantaran biasanya mereka-lah yang mengetahui jumlah pesan masuk dan keluar.\n\n\n\nTuliskan nomor dan tanggal pada bagian paling atas pesan tepatnya di bawah kop surat.&nbsp;\n\n\n\n4. Tuliskan salam pembuka\n\n\n\nTuliskan salam pembuka menggunakan bahasa Indonesia yang formal dan sopan seperti \u201cSalam Sejahtera,\u201d; \u201cKepada Yth.\u201d; dan sebagainya.\n\n\n\nDalam penulisan salam ini, Anda perlu memperhatikan situasi dan kesetaraan antara penerima dan pengirim pesan. Jika Anda mengirimkannya kepada seseorang yang lebih tua atau memiliki posisi lebih tinggi, ada baiknya juga untuk mencantumkan nama gelar atau panggilan formal lainnya.&nbsp;\n\n\n\n5. Sertakan isi surat\n\n\n\nBagian isi pesan menjadi inti dari penulisan sebuah informasi. Maka dari itu, sampaikanlah informasi tersebut dengan jelas, tegas, dan menggunakan aturan kebahasaan yang baik dan benar.\n\n\n\n6. Tambahkan salam penutup\n\n\n\nSetelah dibuka dengan salam pembuka, Anda juga perlu menuliskan salam penutup di bagian akhir pesan. Gunakan salam penutup seperti &#8220;Hormat Saya&#8221; atau &#8220;Salam Hormat&#8221;.&nbsp;\n\n\n\nTujuannya adalah untuk menyatakan kesopanan dan juga bentuk formal dalam penulisan pesan.\n\n\n\n7. Bubuhkan tanda tangan di akhir pesan\n\n\n\nBagian ini merupakan opsional karena tidak bersifat wajib untuk disertakan. Akan tetapi, biasanya pesan formal perlu dibubuhkan tanda tangan sebagai tanda bahwa pesan tersebut ditulis secara resmi oleh pihak yang bersangkutan.\n\n\n\n8. Sematkan lampiran jika ada\n\n\n\nJika Anda perlu melampirkan dokumen atau informasi tambahan, sematkan lampiran tersebut di lembar terpisah. Jangan satukan isi surat dengan lampiran karena bisa menimbulkan kesalahpahaman kepada pembaca.&nbsp;\n\n\n\n9. Periksa dan perbaiki kembali pesan bila ada kesalahan\n\n\n\nSetelah selesai menulis pesan sesuai format, periksa kembali pesan yang sudah dibuat tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan tata bahasa atau ejaan.&nbsp;\n\n\n\nPastikan juga bahwa informasi di dalamnya sudah jelas dan mudah dipahami oleh pembaca.&nbsp;\n\n\n\n10. Surat siap dikirimkan&nbsp;\n\n\n\nPesan yang sudah diperiksa dan diperbaiki bisa siap untuk dikirimkan ke alamat penerima yang telah ditentukan. Pastikan bahwa alamat pengirim dan penerima sudah benar dan tepat sebelum pengiriman.\n\n\n\nKini Anda sudah mengetahui beberapa hal mengenai bagian-bagian surat resmi, contoh surat resmi yang benar, hingga cara pembuatan pesan formal. Perhatikan kembali tata cara dan struktur kepenulisan yang berlaku agar informasi bisa dimengerti dan dipercaya oleh pembaca.&nbsp;\n","link":"https:\/\/privy.id\/blog\/surat-resmi\/","banner":"https:\/\/prod-blog.privy.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/Contoh-Surat-Resmi.jpeg","date":"2023-05-22"}